Bogor – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bantuan didistribusikan dari Gudang Induk Bekasi dengan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan yang efisien.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa pengiriman logistik telah dilakukan dari Gudang Induk Bekasi menuju Kabupaten Bogor. “Kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat distribusi bantuan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 25 Januari 2026.
Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Jumat, 23 Januari 2026. Akibatnya, sejumlah sungai meluap dan merendam beberapa kecamatan. Selain itu, terjadi 33 titik longsor yang menyebabkan genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
Dua wilayah yang terparah terdampak banjir adalah Desa Cibunar di Kecamatan Parung Panjang, serta Kampung Temanggungan RW 03 di Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin. Sementara itu, bencana longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenjo, Caringin, Cigombong, dan Megamendung.
Angin kencang juga turut melanda beberapa kecamatan, termasuk Ciomas, Ciawi, Gunung Putri, dan Bojonggede. Bencana alam ini berdampak pada 1.485 jiwa, dengan 121 orang di antaranya terpaksa mengungsi. Kerusakan infrastruktur tercatat cukup signifikan, meliputi 43 rumah rusak berat, 79 rumah rusak sedang, dan 75 rumah rusak ringan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan oleh Kementerian Sosial meliputi 500 paket makanan dan lauk siap saji, 150 selimut, 150 kasur, 100 paket perlengkapan anak (kidsware), 150 paket perlengkapan keluarga (family kit), 100 tenda gulung, dan 20 tenda keluarga.
Gus Ipul menambahkan, “Upaya yang telah dilakukan, asesmen serta kajian cepat terkait kebutuhan warga terdampak di masing-masing lokasi kejadian hingga evakuasi warga yang terdampak ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan, juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.”
Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir berangsur surut. Namun, sebagian wilayah pemukiman warga masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 10 hingga 30 sentimeter.






