Berita

Kemensos Perkuat Bantuan Korban Longsor Cisarua: Logistik, Dapur Umum, dan Posko Kesehatan

Advertisement

Bandung Barat – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memobilisasi bantuan untuk para korban bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sepekan pascabencana, fokus utama adalah penyediaan logistik tambahan, operasional dapur umum, serta pelayanan kesehatan bagi pengungsi dan tim penyelamat.

Bantuan Logistik dan Dapur Umum

Menyikapi kebutuhan mendesak, Kemensos mengirimkan pasokan logistik tambahan yang mencakup berbagai kebutuhan pokok. Dapur umum yang beroperasi hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi tulang punggung penyediaan makanan bagi ribuan pengungsi dan relawan setiap harinya. Hingga kini, dapur umum tersebut telah memproduksi ribuan bungkus makanan siap saji untuk tiga kali makan.

Data produksi dapur umum menunjukkan angka signifikan. Pada 27-28 Januari 2026, total produksi mencapai 5.250 bungkus. Dapur umum yang dikelola Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat sendiri mampu memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan per hari.

Pelayanan Kesehatan dan Verifikasi Data

Tim Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos juga aktif melakukan verifikasi dan validasi data ahli waris korban meninggal dunia. Langkah ini krusial untuk memastikan penyaluran santunan duka berjalan tepat sasaran. Selain itu, posko kesehatan gabungan yang didirikan oleh tim kesehatan Sentra Wyata Guna bersama unsur terkait lainnya, memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi dan petugas di lapangan.

Status Tanggap Darurat dan Data Korban

Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, akibat hujan lebat, telah menyebabkan pergerakan tanah di lereng curam. Peristiwa ini menimpa puluhan rumah warga.

“Data sementara mencatat 34 kepala keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi mencapai 184 KK atau 564 jiwa, yang menempati aula Kantor Desa Pasirlangu. Hingga saat ini, 37 korban meninggal dunia telah teridentifikasi, sementara 43 orang masih dalam pencarian,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/01/2026).

Advertisement

Menyadari besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 24 Januari 2026 hingga 6 Februari 2026. Aktivitas pencarian dan pertolongan korban masih terus berlangsung.

Rincian Bantuan Logistik

Penyaluran bantuan logistik dari Kementerian Sosial dilakukan dalam tiga tahap:

  • Tanggap Darurat I: 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, 500 paket makanan siap saji, 400 paket lauk pauk siap saji, 100 paket makanan anak, masing-masing 50 paket sandang anak dan sandang dewasa, 200 paket family kit, dan 200 paket kidswear.
  • Tanggap Darurat II: 40 paket sandang dewasa, 80 paket sandang anak, 500 paket lauk pauk siap saji, 3 lembar tenda gulung, 84 paket kidswear, 65 lembar kasur, dan 87 lembar selimut.
  • Tanggap Darurat III: 1 unit dapur umum lapangan dan 1 unit toilet portable.

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sesuai tahapan tanggap darurat dan melakukan pendataan secara bertahap agar seluruh dukungan dapat disalurkan tepat kepada warga terdampak,” tambah Gus Ipul.

Kolaborasi Penanganan Bencana

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Direktorat PSKB, BBPPKS Bandung, Sentra Wyata Guna, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI-Polri, Basarnas, aparat kecamatan dan desa, serta Tagana Kabupaten Bandung Barat.

Advertisement