— Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) secara resmi membuka Perpustakaan Ranggawarsita yang berlokasi di Gedung E lantai 1 Kemenbud, Senayan, Jakarta. Perpustakaan khusus ini didirikan sebagai pusat dokumentasi dan penyebaran pengetahuan mengenai kebudayaan Indonesia.

Pendirian perpustakaan ini merupakan langkah strategis yang diambil Kemenbud dalam upaya mengelola warisan intelektual bangsa. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan berbagai publikasi, hasil penelitian, transliterasi naskah, katalog, serta karya-karya kebudayaan agar dapat dikelola secara terpadu dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa gagasan awal pendirian perpustakaan ini muncul dari keinginan untuk menghimpun kembali berbagai publikasi pemerintah yang sebelumnya tersebar di banyak lokasi. Kondisi ini menyebabkan publikasi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Selama ini banyak buku, hasil penelitian, transliterasi naskah, dan berbagai publikasi kebudayaan yang diterbitkan negara tersebar di berbagai tempat. Karena itu kami menghimpunnya dalam Perpustakaan Ranggawarsita agar tidak berhenti menjadi arsip yang tersimpan, tetapi menjadi pengetahuan yang hidup, mudah diakses masyarakat, serta terus memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Fadli menjelaskan lebih lanjut bahwa Perpustakaan Ranggawarsita akan berfungsi sebagai pusat rujukan utama untuk publikasi kebudayaan dari berbagai periode. Kemenbud juga berkomitmen untuk terus mengembangkan digitalisasi koleksi dan mengintegrasikan publikasi dari Unit Pelaksana Teknis yang ada di daerah. Upaya ini dilakukan demi memastikan seluruh produk pengetahuan kebudayaan terdokumentasi secara utuh dalam satu ekosistem yang terhubung.

“Kami ingin memastikan seluruh produk pengetahuan yang dihasilkan Kementerian Kebudayaan, baik buku, katalog, hasil penelitian, maupun publikasi lainnya, dapat diakses publik secara berkelanjutan. Perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang riset, sekaligus pusat referensi kebudayaan Indonesia yang terus berkembang, sehingga warisan intelektual bangsa tidak hanya terjaga, tetapi juga melahirkan pengetahuan dan gagasan baru,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, menyambut baik peresmian perpustakaan ini. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat Kemenbud dalam memperluas akses terhadap pengetahuan dan memperkuat pelestarian warisan intelektual bangsa.

“Perpustakaan adalah ruang yang menyimpan khazanah pengetahuan yang harus dapat diakses oleh masyarakat untuk memahami masa lalu dan membangun masa depan. Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Kebudayaan dalam membangun ekosistem pengetahuan. Kami meyakini perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, ruang kolaborasi, dan pusat layanan pengetahuan kebudayaan,” ucap Aminudin Aziz.

Aminudin juga menegaskan komitmen Perpustakaan Nasional untuk memberikan pendampingan. Bantuan tersebut akan mencakup pembinaan kelembagaan, peningkatan kompetensi pustakawan, serta pengembangan layanan agar perpustakaan dapat dikelola secara profesional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, menyebut keberadaan Perpustakaan Ranggawarsita sebagai langkah krusial. Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa melalui pemanfaatan buku, naskah, dan arsip.

“Perpustakaan dan arsip merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam menjaga warisan intelektual bangsa. Arsip tidak hanya disimpan, tetapi harus terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita dan siap mendukung pengembangannya melalui penelusuran serta penyediaan sumber-sumber arsip yang relevan untuk memperkaya khazanah pengetahuan kebudayaan Indonesia,” kata Mego Pinandito.

Kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita juga menjadi bentuk penghormatan kepada pujangga besar Nusantara, Raden Ngabehi Ranggawarsita. Dalam acara tersebut, Kemenbud juga menerima Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional RI, yang menjadi landasan penguatan tata kelola perpustakaan.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Sekretaris Jenderal Bambang Wibawarta, serta jajaran direktur jenderal Kemenbud. Turut hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar dan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Nani Suryani.