Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan aturan mengenai penggunaan pengeras suara di masjid dan musala selama bulan Ramadan. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
Penggunaan Pengeras Suara Selama Ramadan
Menurut edaran tersebut, penggunaan pengeras suara di masjid dan musala selama Ramadan, baik untuk pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah, kajian, maupun tadarus Al-Qur’an, diwajibkan menggunakan pengeras suara dalam. Tujuannya adalah agar syiar keagamaan dapat berjalan dengan khusyuk seraya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.
Panduan pada Momentum Hari Besar Islam
Selain Ramadan, panduan ini juga mencakup penggunaan pengeras suara pada momentum hari besar Islam lainnya, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari besar Islam lainnya.
- Takbir pada tanggal 1 Syawal atau 10 Zulhijjah di masjid/musala dapat dilakukan menggunakan pengeras suara luar hingga pukul 22.00 waktu setempat, dan selanjutnya dapat dilanjutkan dengan pengeras suara dalam.
- Pelaksanaan Salat Idul Fitri dan Idul Adha diperbolehkan menggunakan pengeras suara luar.
- Takbir Idul Adha pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijjah) dapat dikumandangkan setelah Salat Rawatib secara berturut-turut menggunakan pengeras suara dalam.
- Upacara Peringatan Hari Besar Islam atau pengajian umumnya menggunakan pengeras suara dalam. Namun, jika jamaah melimpah hingga ke luar arena masjid/musala, pengeras suara luar dapat digunakan.
Cara Penggunaan Pengeras Suara Saat Waktu Salat
Berikut adalah tata cara penggunaan pengeras suara di masjid dan musala saat waktu salat:
- Salat Subuh:
- Sebelum azan, pembacaan Al-Qur’an atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dengan durasi maksimal 10 menit.
- Pelaksanaan salat Subuh, zikir, doa, dan kuliah Subuh menggunakan pengeras suara dalam.
- Salat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya:
- Sebelum azan, pembacaan Al-Qur’an atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar.
- Sesudah azan dikumandangkan, hanya pengeras suara dalam yang digunakan.
- Salat Jumat:
- Sebelum azan, pembacaan Al-Qur’an atau selawat/tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dengan durasi maksimal 10 menit.
- Penyampaian pengumuman mengenai petugas Jumat, hasil infak sedekah, pelaksanaan Khutbah Jumat, salat, zikir, dan doa, menggunakan pengeras suara dalam.
Lampiran Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 mengenai Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala dapat disimak lebih lanjut.




