Berita

Keluarga Pramugari Florencia Lolita Wibisono Berharap Keajaiban Pasca Pesawat Jatuh di Pangkep

Advertisement

Keluarga pramugari Florencia Lolita Wibisono (32) yang masuk dalam daftar manifes pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusarung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menyimpan harapan. Mereka berharap mendapatkan kabar baik mengenai kondisi Florencia, yang akrab disapa Olen.

“Kita masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen,” ujar tante Olen, Suly Mandang, kepada detikSulsel, Senin (19/1/2026). Suly turut mendampingi ibu Florencia yang datang ke Makassar.

Kepergian Olen secara mendadak ini tentu saja membuat keluarga terpukul. Komunikasi terakhir Olen dengan keluarga terjadi pada Jumat (16/1). Olen dikenal sebagai sosok yang aktif berkomunikasi dengan keluarganya, selalu memberi kabar di sela-sela kesibukan pekerjaannya.

“Ibunya belum lama keluar rumah sakit. Saat ibunya sakit Olen rutin telepon saat ada waktu luang,” tutur Suly.

Advertisement

Sebelum memulai penerbangan yang nahas tersebut, Olen, yang telah berprofesi sebagai pramugari selama 14 tahun, sempat meminta doa restu dari ibunya. Ia berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).

“Sebelum dia (Olen) berangkat dari Jogjakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas di situ dia minta doakan untuk perjalanannya,” ungkapnya.

Pencarian terhadap korban dan puing-puing pesawat ATR 42-500 terus dilakukan di lereng Gunung Bulusaraung.

Advertisement