Berita

Kebisingan Lapangan Padel di Jaksel Lampaui Ambang Batas 55 dB, Warga Mengeluh

Advertisement

Jakarta – Keluhan warga terkait kebisingan lapangan padel di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, semakin mengemuka. Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa aktivitas olahraga padel memang tergolong bising, bahkan lebih bising dibandingkan olahraga tenis.

Riset Ungkap Tingkat Kebisingan Padel

Makalah riset berjudul ‘A Summary of the Research Paper: A Noise Assessment of Padel’ yang ditulis oleh Martin Higgins dan diterbitkan dalam jurnal MW Acoustic Consultants, merangkum penelitian untuk mengukur tingkat kebisingan aktivitas olahraga padel. Riset ini membandingkan kebisingan lapangan padel dan tenis di ruang terbuka.

Lapangan padel yang diteliti berukuran 10×20 meter, umumnya semi tertutup kaca di ujung dan pagar kawat di sisi. Sementara lapangan tenis lebih luas (sekitar 28×11 meter) dan biasanya tidak tertutup. Padel menggunakan raket padat (plastik/resin) dan bola bertekanan internal lebih rendah dari tenis. Desain dan aturan padel mendorong reli yang lebih panjang dan suara benturan yang lebih intens.

“Ketika diukur 5 meter dari sisi lapangan (di garis net), permainan padel pada umumnya menghasilkan rata-rata LAeq (tingkat kebisingan rata-rata) dan LAMax (tingkat kebisingan tertinggi), 6 desibel (dB) lebih tinggi daripada tenis, ini akan setara dengan peningkatan yang signifikan,” tulis Martin Higgins dalam risetnya, seperti dikutip Kamis (19/2/2026).

Namun, “Sebaliknya, ketika diukur 5 meter dari ujung lapangan (garis dasar), tingkat kebisingan untuk padel dan tenis hampir identik,” tambahnya.

Penelitian juga menemukan bahwa tingkat kebisingan di sisi lapangan padel sekitar 12 dB lebih tinggi daripada di ujung kaca tertutup, yang setara dengan lebih dari dua kali lipat kebisingan yang dirasakan. Karakter suara padel juga lebih “impulsif” dibandingkan tenis.

Advertisement

Studi mencatat pukulan raket padel memukul bola kira-kira setiap 4 detik, berbanding 6 detik pada tenis. Raket padel menghasilkan suara ‘retak’ yang tajam dan berfrekuensi tinggi. Selama periode permainan 5 menit di tingkat klub, padel menghasilkan rata-rata 88 suara benturan, sementara tenis hanya 50.

Aturan Kebisingan dan Tanggapan Pemprov DKI

Masalah kebisingan ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996. Pasal 1 aturan tersebut menetapkan batas maksimal kebisingan agar tidak menimbulkan gangguan. Untuk kawasan permukiman, batas maksimal kebisingan adalah 55 dBA. Angka ini setara dengan suasana kantor yang tenang.

Data dari Federasi Tenis Prancis (FFT) dan riset akustik independen di Eropa mengonfirmasi rata-rata kebisingan padel mencapai 89-91 dB(A) dengan puncak hingga 102 dB(A).

Menanggapi keluhan warga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan segera memanggil pengelola dan pemangku kepentingan terkait. “Minggu depan saya akan mengundang seluruh stakeholder yang khusus berkaitan dengan izin padel ini. Saya minta dipresentasikan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta.

Ia menegaskan, Pemprov DKI tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran atau operasional yang tidak sesuai izin dan meresahkan masyarakat.

Advertisement