Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berencana untuk memperluas pembangunan Gudang Ketahanan Pangan ke seluruh wilayah Polda di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek domino positif yang mendorong pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan.
Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan
Jenderal Sigit menyatakan bahwa Polri telah berkomitmen dalam mendukung kekuatan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan. Saat ini, Polri telah memiliki 18 unit gudang yang tersebar di 12 Polda. “Pada tahun 2026, Polri akan membangun 10 unit gudang lainnya di 8 polda, sehingga Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan yang kapasitas masing-masing 1.000 ton,” ujar Sigit dalam acara peresmian 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Pembangunan Gudang Kapasitas Besar di Polda Metro Jaya
Selain itu, Polri juga sedang dalam proses pembangunan gudang ketahanan pangan dengan kapasitas yang lebih besar di wilayah Polda Metro Jaya. Gudang ini dirancang untuk memiliki kapasitas penyimpanan hingga 10 ribu ton. “Polri juga sedang membangun Gudang Ketahanan Pangan di wilayah Polda Metro Jaya dengan kapasitas 10 ribu ton, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan, mempercepat distribusi, dan stabilitas bahan pangan di berbagai wilayah ke depan,” ungkapnya.
Rencana Ekspansi ke Seluruh Polda dan Dampak Ekonomi
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menegaskan rencananya untuk membangun gudang ketahanan pangan di seluruh Polda jajaran. Ia berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi bahan pangan, tetapi juga secara signifikan mendorong perekonomian yang berkelanjutan. “Polri akan membangun gudang ketahanan pangan di seluruh polda jajaran,” tegasnya.
Dukungan Tambahan Melalui Gudang Filial
Saat ini, Polri juga telah menyediakan 30 gudang filial yang tersebar di berbagai wilayah. Gudang-gudang ini terdiri dari 25 gudang aset Polri, 3 gudang aset Pemda, 1 gudang aset KPU, dan 3 gudang pinjam pakai dari masyarakat. Fasilitas ini sangat krusial, terutama untuk wilayah Papua yang belum terjangkau oleh fasilitas gudang Bulog.



