— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Pertemuan itu berlangsung setelah kunjungan Sigit ke Mabes TNI untuk bersilaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Jenderal Sigit dan rombongan tiba di Kejagung sekitar pukul 15.17 WIB. Kedua pimpinan institusi penegak hukum itu tampak saling menyapa dan saling memberi pujian dalam pertemuan yang diakhiri konferensi pers bersama.

Rombongan dan Sambutan

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut hangat kedatangan Kapolri dan jajaran. Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Kalemdiklat Polri Komjen RZ Panca Putra, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Astamarena Kapolri Komjen Wahyu Hadiningrat.

Selain pejabat utama Mabes Polri tersebut, hadir pula Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Koorsahli Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadivkum Polri Irjen Agus Nugroho, Kadivhubinter Polri Irjen Amur Chandra Juli Buana, Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, Kadensus 88 AT Polri Irjen Sentot Prasetyo, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana, Waastamaops Kapolri Irjen Laksana, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen M Nazly Harahap, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen R Firdaus Kurniawan, Kapusjarah Polri Brigjen Abas Basuni dan lainnya.

Pernyataan Jaksa Agung

Dalam konferensi pers, Burhanuddin menyebut kedatangan Sigit dan rombongan sebagai kunjungan sahabat. “Sore ini alhamdulillah saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari Kepolisian,” ujarnya.

Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan hal baru dan menolak anggapan adanya rivalitas antara Kejaksaan dan Polri. “Ini adalah bukan program baru, ini program lama. Kemudian, kami juga, saya dengan Kapolri, teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus. Tidak. Sejak dulu sudah mengenal secara pribadi beliau. Kami sama-sama, saya jadi Jaksa Agung, beliau jadi Kapolri,” ujarnya.

Burhanuddin juga mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi biasa dan bukan akibat masalah. “Jangan juga berpikir karena ada hal-hal sesuatu kemarin. Ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan. Kami selalu berpikir bagaimana perbaikan ke depan,” ujarnya.

Respons Kapolri

Kapolri Sigit menyapa Burhanuddin dengan sebutan “kakak asuh” dan mengaku merasa terhormat diterima. “Yang saya hormati kakak asuh saya, Pak Jaksa Agung, Pak Sanitiar Burhanuddin,” ujarnya.

Sigit menyebut ada sejumlah hal dibahas dan menegaskan Kejagung serta Polri merupakan bagian dari satu sistem penegakan hukum. “Ke depan, antara Kejaksaan dan Kepolisian sebagai satu ikatan aparat penegak hukum di dalam sistem, criminal justice system, ini terus kita perkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan sinergi terus diperkuat terutama dalam sosialisasi KUHAP baru. “Ini tentunya terus kita perkuat, kita perkokoh, apalagi kita juga ada KUHAP baru yang tentunya kita sosialisasikan bersama dan bagaimana ke depan, tentunya kemitraan yang ada, sinergitas yang ada akan kita perkuat,” ujarnya.

Penegasan Soliditas

Sigit menegaskan hubungan antara Kejagung dan Polri solid dan tidak bermasalah. “Saya pastikan di sini apalagi kita hadir bersama antara Bapak Jaksa Agung dan seluruh pejabat utama Adhyaksa, saya didampingi Wakapolri dan pejabat utama Mabes Polri,” kata Sigit.

“Tentunya kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini,” tegasnya.

Menurut Sigit, banyak program pemerintah yang dikawal bersama oleh polisi dan jaksa agar berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan sinergisitas sampai tingkat daerah guna mengawal program-program pemerintah.

“Kita juga menyadari bahwa banyak agenda-agenda program pemerintah yang tentunya juga harus kita jaga, harus kita kawal, karena ini semuanya tentu harapan kita semua menjadi program yang bermanfaat untuk masyarakat yang membuat Indonesia menjadi jauh lebih baik,” tuturnya.

“Dan tentunya itu dibutuhkan soliditas dan sinergisitas yang lebih kuat. Sekali lagi, tidak pernah ada masalah antara institusi Kejaksaan dan Kepolisian,” sambung Sigit.

Rencana Program Bersama

Kapolri menyebut ada rencana pendidikan bersama bagi penyidik Polri dan Kejagung untuk memperkuat kemitraan dan koordinasi. “Tadi ada rencana untuk meningkatkan program kemitraan, tukar-menukar pendidikan antara jaksa dan Polri khususnya penyidik, sehingga kemudian di dalam setiap langkah koordinasi khususnya dalam ikatan criminal justice system tentunya semuanya bisa menjadi lebih baik,” kata Sigit.

Kerja sama itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan hukum dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. “Di satu sisi dengan sinergi dan kolaborasi kemitraan antara dua institusi Kejaksaan dan Kepolisian ini tentunya diharapkan oleh masyarakat-masyarakat yang membutuhkan pelayanan di bidang hukum untuk betul-betul hukum bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dari sisi kepastian hukum maupun hukum yang berkeadilan,” ujarnya.

“Yang jelas kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar, dan kita akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas dan sinergitas yang ada. Mungkin itu yang akan terus kami laksanakan bersama dengan Pak Jaksa Agung untuk program-program kita ke depan,” ujar Sigit.

Penegasan Kebutuhan Sinergi Menurut Jaksa Agung

Burhanuddin menekankan sinergi antara jaksa dan polisi sebagai kebutuhan dalam proses hukum, terutama antara penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. “Saya menambahkan bahwa begini adik-adik, sinergitas ini diperlukan karena bagi saya, bagi seorang jaksa itu, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik. Penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi,” ucapnya.