— JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Kapolri Cup Shooting Championship 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, pada Sabtu (25/7/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 menandai penyelenggaraan ke-5 turnamen ini sejak pertama kali digelar pada tahun 2022. Turnamen yang berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juli 2026, diikuti oleh total 1.260 peserta yang bersaing dalam 29 nomor pertandingan.

Berbagai kategori dipertandingkan, termasuk Presisi Pistol Eksekutif 20 Meter Bintang 3 dan 4 (VVIP), Presisi MPX Presisi 25 Meter Individu, Presisi 25 Meter Beregu Polki, Presisi 25 Meter Beregu Polwan, serta kategori International Practical Shooting Confederation (IPSC) yang mencakup Pistol Caliber Carbine (PCC) dan Non-IPSC dan PCC.

Jenderal Sigit menjelaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh kesatuan TNI-Polri dan masyarakat umum, tetapi juga melibatkan perwakilan dari kementerian/lembaga, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga para pemimpin redaksi media. Menurutnya, partisipasi luas ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antarlembaga dan elemen bangsa.

“Karena memang sengaja kita mengundang mitra-mitra kita dari kementerian/lembaga, tentunya juga DPR, untuk bersama-sama mengikuti kejuaraan, di samping juga tentunya untuk lebih meningkatkan sinergitas,” kata Jenderal Sigit. Ia menambahkan, “Kemudian juga teman-teman media, jadi para pimpinan redaksi juga ikut, dan ini juga bagian dari upaya kita terus membangun sinergitas, membangun kerja sama dan kemitraan yang selama ini sudah terjalin dengan baik, dan juga diikuti oleh kesatuan-kesatuan baik dari TNI, Polri, dan juga masyarakat umum, dan ada beberapa yang juga atlet.”

Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyatakan bahwa Kapolri Cup Shooting ini juga berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan, khususnya bagi anggota kepolisian yang memiliki tugas terkait penggunaan senjata api. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang persiapan bagi para atlet sebelum mengikuti berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Tentunya juga ini bagian dari upaya untuk melatih keterampilan, khususnya bagi anggota untuk betul-betul bisa mempersiapkan diri. Karena memang memiliki tugas yang kadang kala juga harus menggunakan senjata, jadi mereka harus memiliki keterampilan supaya juga semua langkah-langkah yang dilaksanakan betul-betul, di satu sisi juga kita juga mempersiapkan atlet-atlet, saya kira, untuk menjadi ajang, salah satu ajang event mereka sebelum mereka mengikuti berbagai macam lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.