Jakarta – Puluhan penumpang Kapal Motor (KM) Bima yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, berhasil dievakuasi oleh Direktorat Polairud Polda Metro Jaya. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
KM Bima bertolak dari Pelabuhan Kali Adem menuju Pulau Tidung. Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan pada bagian gear box sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Ditpolairud Polda Metro Jaya segera mengerahkan sejumlah kapal patroli wilayah barat, yaitu KP VII-3003, KP VII-2008, dan KP VII-2006. Kapal-kapal ini ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan memberikan bantuan.
Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Mustofa menyatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Markas Polairud Kali Adem untuk mempercepat penanganan dan pengamanan. “Begitu menerima informasi adanya kapal penumpang yang mengalami gangguan mesin, personel Ditpolairud langsung kami kerahkan ke lokasi. Prioritas kami adalah keselamatan penumpang dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman,” ujar Kombes Mustofa dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Selanjutnya, KM Bima mendapatkan bantuan pengawalan dan penarikan oleh kapal KM Aquarius menuju Dermaga Kali Adem. Proses penarikan ini dilakukan di bawah pengawasan ketat hingga kapal tiba dengan selamat di dermaga.
Selain melakukan pengamanan, personel Ditpolairud juga membantu proses evakuasi penumpang dan melakukan pendataan sesuai manifest. Berdasarkan data yang dihimpun, KM BIMA mengangkut 37 orang penumpang dan 4 orang kru kapal. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi selamat.
“Kami memastikan seluruh penumpang dan kru dalam keadaan aman. Tidak ada korban dalam peristiwa ini, dan kapal berhasil kami bawa kembali ke dermaga untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kombes Mustofa.
Kombes Mustofa menegaskan bahwa kegiatan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pengawalan ini merupakan wujud respons cepat dan komitmen Ditpolairud Polda Metro Jaya dalam menjamin keselamatan pelayaran serta memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna transportasi laut. “Ditpolairud akan terus siaga dan hadir di perairan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelayaran masyarakat,” pungkasnya.






