Berita

Jelang Ramadan, Kemendagri Minta Pemda Aktif Pantau Harga Bahan Pokok

Advertisement

JAKARTA, 20 Januari 2026 – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) untuk proaktif memantau perkembangan harga bahan pokok di wilayah masing-masing menjelang bulan Ramadan. Instruksi ini dikeluarkan mengingat sering terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok pada periode tersebut.

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi

Arahan ini disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang juga membahas antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang Ramadan dan Idulfitri, serta evaluasi dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah. Rapat tersebut digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, pada hari ini.

“Tolong turun, kumpulkan teman-teman pedagang itu, komunikasikan dengan daerah penghasilnya Pak. Supaya nanti pada saat Ramadan dan Lebaran kenaikan itu tidak terlalu tinggi,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026). Ia mengapresiasi adanya penurunan harga pada beberapa komoditas seperti telur, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit.

Waspadai Kenaikan Bawang Putih dan Minyak Goreng

Meskipun demikian, Tomsi mengingatkan potensi kenaikan harga pada komoditas bawang putih dan minyak goreng. Ia mencatat kedua komoditas tersebut justru mengalami kenaikan harga di saat komoditas lain menunjukkan tren penurunan. Untuk daerah yang mengalami kenaikan harga minyak goreng, Kemendagri berharap dapat diintervensi dengan penambahan stok Minyakita.

Di sisi lain, Kemendagri juga mendorong Perum Bulog untuk melakukan intervensi guna mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di sejumlah daerah. “(Untuk daerah dengan harga beras tinggi) cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” tegas Tomsi.

Advertisement

Evaluasi dan Pengendalian Inflasi Berkelanjutan

Tomsi berharap seluruh daerah dapat mengambil pelajaran dari penanganan inflasi yang telah berlangsung. Melalui berbagai forum, daerah diharapkan dapat menemukan solusi terbaik dalam pengendalian harga. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pengawasan.

“Untuk teman-teman daerah, kami minta yang tinggi-tinggi ataupun yang rendah bisa saja menjadi tinggi kalau lengah. Itu kembali lagi, cek lagi, komunikasikan lagi, kontrol lagi ke pasar. Jangan kontrolnya mungkin seminggu sekali, dua minggu sekali, enggak bisa,” tutupnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nawandaru Dwi Putra, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Imran, serta pejabat terkait lainnya.

Advertisement