Berita

JakPro Bantah Adanya Calo Tiket Planetarium Jakarta, Jelaskan Dua Skema Penjualan Resmi

Advertisement

PT Jakarta Propertindo (JakPro) angkat bicara mengenai isu viral dugaan praktik percaloan tiket Planetarium Jakarta yang baru saja dibuka kembali. JakPro menegaskan bahwa penjualan tiket hanya melalui dua skema resmi untuk memastikan transparansi dan kenyamanan pengunjung.

Dua Skema Penjualan Tiket Resmi

Head of SBU Taman Ismail Marzuki JakPro, Anya A Christiana, menjelaskan bahwa sistem ticketing Teater Bintang Planetarium Jakarta dirancang secara terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik percaloan dan penipuan.

“Sistem ticketing Teater Bintang Planetarium Jakarta telah dirancang secara terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota guna memastikan pengalaman menonton yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik percaloan dan penipuan,” ujar Anya dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Menurut Anya, terdapat dua skema resmi dalam penjualan tiket Planetarium Jakarta:

  • Pembelian secara daring (online) melalui platform Loket.com.
  • Pembelian secara langsung di lokasi melalui loket resmi yang berlokasi di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki.

Pembagian kuota untuk kedua skema ini adalah 50 persen untuk pembelian online dan 50 persen untuk pembelian on the spot pada setiap jadwal pertunjukan.

“Saat ini penjualan tiket Teater Bintang Planetarium dilakukan melalui dua skema resmi, yakni pembelian daring (online) melalui platform Loket.com dan pembelian langsung (on the spot) di lokasi, dengan pembagian kuota sebesar 50 persen online dan 50 persen on the spot untuk setiap jadwal pertunjukan (show),” jelas Anya.

Ia menambahkan bahwa skema ini diterapkan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan akses yang lebih adil kepada masyarakat.

Mekanisme Tiket Berbasis Kuota

Anya menegaskan bahwa seluruh mekanisme ticketing telah diatur berdasarkan kuota ketersediaan setiap pertunjukan. Pengaturan ini tidak memungkinkan adanya penambahan penonton di luar jumlah tiket yang tersedia.

“Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Advertisement

JakPro juga menyatakan tidak bekerja sama dengan pihak ketiga mana pun dalam penjualan dan pendistribusian tiket.

“Sistem ini kami bangun untuk mencegah praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. JakPro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” tegas Anya.

Respons Gubernur DKI Jakarta

Sebelumnya, isu mengenai adanya calo tiket Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) sempat ramai dibahas di media sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sempat memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Pramono awalnya meyakini tidak ada praktik percaloan tiket. Namun, ia menyatakan akan meminta pertanggungjawaban Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo (JakPro) jika dugaan tersebut terbukti benar.

“Nggak, nggak ada calonnya. Nggak mungkin ada calo. Kalau ada calon, saya minta tanggung jawab Dirut JakPro,” kata Pramono di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Ia mengaku telah mengingatkan JakPro agar tidak sampai ada praktik percaloan tiket.

“Saya udah pesan wanti-wanti nggak boleh ada calo,” ujarnya.

Banyak pihak menduga praktik calo inilah yang membuat tiket Planetarium sulit didapatkan dan dijual dengan harga tinggi.

Advertisement