Berita7 — JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan sektor industri melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan ini melibatkan pengelola Sekolah Manusia Unggul (Maung) dengan sejumlah pelaku usaha, yang bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan pasar kerja.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maung dan 26 perusahaan dari berbagai sektor industri. Beberapa perusahaan yang terlibat antara lain PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, dan PT Sepa Coklat Indonesia.
Purwanto menambahkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar dengan sekitar 1.123 industri yang dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK. Saat ini, terdapat 13 SMK Maung di Jawa Barat yang menawarkan 99 konsentrasi keahlian berbeda.
“Industri dapat berfungsi sebagai laboratorium lapangan bagi para siswa, sehingga mereka dapat memahami keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh industri,” ujar Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu solusi untuk menjawab tantangan di sektor ketenagakerjaan. Ia menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha agar lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja.
Herman mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki periode bonus demografi dalam lima tahun mendatang. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat berupaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki daya saing yang tinggi, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai wirausaha.
“Anak-anak kita pada tahun 2045 akan menjadi pemimpin masa depan, bukan menjadi beban di masa depan,” tegas Herman.
Ia melanjutkan, bonus demografi perlu dimanfaatkan secara optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, Indonesia berisiko terjebak dalam kategori negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.