Berita

InJourney Empat Tahun Perkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Advertisement

JAKARTA, 20 Januari 2026 – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, telah genap empat tahun beroperasi. Sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney fokus pada penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, perbaikan tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan. Upaya ini membuahkan profitabilitas grup secara menyeluruh berkat pendekatan kolaboratif dan sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menyatakan bahwa transformasi bisnis selama empat tahun terakhir telah membangun fondasi kokoh bagi InJourney sebagai BUMN yang transparan, akuntabel, dan mampu memberikan dampak positif berkelanjutan. “Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026). Ia menambahkan, “Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional.”

Kehadiran InJourney selama empat tahun telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. Melalui pilar-pilar bisnisnya, InJourney terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, InJourney diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi Gross Domestic Product (GDP) sebesar 4,1%-6% hingga 2029.

InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis, termasuk transformasi bandara, peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pembangunan International Medical Tourism di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga membawa karya terbaik Indonesia ke kancah global.

Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, menempatkan InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia. InJourney menegaskan perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional di sektor aviasi dan pariwisata, menjalankan peran ganda sebagai pencipta nilai dan agen pembangunan.

Memasuki tahun keempat, InJourney memprioritaskan keberlanjutan sebagai arah utama transformasinya. “Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan komitmennya untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Maya Watono.

Selaras dengan tema ‘InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia’, keberlanjutan menjadi kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang. Pariwisata diposisikan sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial.

Refleksi dan Arah Strategi

Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan menjelaskan tema tahun ini merefleksikan arah strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan. “Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak,” tutur Iwan.

Ia menambahkan, “InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat.” Iwan menegaskan pariwisata yang hebat harus tumbuh seiring dengan komitmen kuat terhadap pelestarian alam dan budaya, menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi utama pariwisata Indonesia.

Advertisement

Komitmen Terhadap Pariwisata Berkelanjutan

Upaya InJourney terhadap pariwisata berkelanjutan berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui visi ‘Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities’, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat komunitas lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menekankan keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis sebagai fondasi utama transformasi pariwisata nasional. “Membangun infrastruktur adalah satu hal, tetapi membangun manusia adalah hal lain yang sama pentingnya. Program yang baik harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” tegas Herdy.

Dua Pilar Keberlanjutan InJourney

Kerangka pariwisata keberlanjutan InJourney ditopang oleh dua pilar utama: lingkungan (environment) dan sosial-ekonomi (socio-economic).

  • Pilar Lingkungan: InJourney berfokus pada pengelolaan air dan limbah yang bertanggung jawab, penguatan strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi. Inisiatif ini dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas aviasi dan pariwisata.
  • Pilar Sosial-Ekonomi: InJourney memprioritaskan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM.

Inisiatif Lingkungan dan Operasional Hijau

Dari sisi aspek lingkungan, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 tonCO₂e sebagai langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, serta dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) Pemerintah Indonesia. Inisiatif ini mencakup pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, serta program rehabilitasi lingkungan.

Pemanfaatan energi surya (PLTS) telah diimplementasikan di sembilan bandara utama, menghasilkan 10.760 megawatt-hour (MWh) energi terbarukan per tahun dan berpotensi menghindari emisi sebesar 9.860 ton CO₂e per tahun. InJourney juga mempercepat adopsi kendaraan dan peralatan listrik, dengan 716 unit kendaraan dan peralatan listrik telah beroperasi di berbagai destinasi.

Dalam pengelolaan sumber daya dan limbah, InJourney Group menerapkan pendekatan ekonomi sirkular. Pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 m³, sementara pemanfaatan air daur ulang sebesar 1.728.304 m³ telah dilakukan. Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, InJourney menjalankan program penanaman 40.000 pohon mangrove.

Untuk ketahanan air, kawasan wisata di Nusa Dua Bali mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang menghasilkan 331.382 m³ air bersih, mengurangi ketergantungan pada air tanah dan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap risiko perubahan iklim. Penerapan fasilitas SWRO ini menjadikan ITDC NU sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.

Advertisement