— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok pada sesi I perdagangan Rabu (8/7/2026). IHSG turun 66,34 poin atau 1,11% ke level 5.920,15 dan bergerak di rentang 5.897–5.984.

Penurunan indeks berbarengan dengan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Tercatat 12,25 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 5,22 triliun dan frekuensi mencapai 1.137.021 kali.

Jumlah saham yang terpantau menguat sebanyak 197, sementara 447 saham melemah dan 142 saham stagnan pada penutupan sesi I. Kelompok saham LQ45 juga terpukul, anjlok 1,17%.

Mayoritas Sektor Melemah

Hampir seluruh sektor bergerak di zona negatif pada sesi I. Sektor properti memimpin pelemahan dengan turun 2,12%, diikuti sektor barang baku turun 1,97% dan sektor transportasi yang turun 1,83%.

Sektor barang konsumsi non primer melemah 1,72% dan sektor infrastruktur turun 1,15%. Hanya sektor kesehatan dan perindustrian yang mencatat penguatan tipis masing-masing 0,54% dan 0,1%.

Pergerakan Indeks Asia

Sementara itu, indeks saham Asia mayoritas bergerak menguat pada sesi yang sama. Shanghai naik 0,2%, Hang Seng melonjak 2,53%, dan Straits Times menguat 0,93%. Sebaliknya, Nikkei melemah 0,81%.

Delapan Saham Top Gainers, Empat Mentok AR

Meski IHSG melemah, delapan saham tercatat menguat lebih dari 20% dan memimpin daftar top gainers. Empat di antaranya mengalami kenaikan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

  • PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) naik 25,00% ke Rp 1.950.
  • PT Niramas Utama Tbk (JELI) melonjak 24,89% menjadi Rp 1.405.
  • PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) melesat 24,44% ke Rp 336.
  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 24,43% ke Rp 550.
  • PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) tercatat naik 30,77% ke Rp 85.
  • PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) meningkat 21,62% ke Rp 135.
  • PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) naik 20,83% menjadi Rp 87.
  • PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) terkerek 20,21% ke Rp 565.

Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan signifikan. Salah satunya PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang anjlok 14,98% menjadi Rp 386 dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), sehingga masuk daftar top losers pada sesi I.