Berita

Ibu Tiri Bantah Aniaya Bocah 13 Tahun di Sukabumi, Sebut Luka Akibat Penyakit Kronis

Advertisement

SUKABUMI – Seorang ibu tiri berinisial TR (46) membantah tuduhan melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya, NS (13), yang meninggal secara tragis di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. TR mengklaim luka-luka di tubuh korban merupakan dampak dari penyakit kronis yang diderita NS, bukan akibat kekerasan.

Bantahan Ibu Tiri

TR menyatakan bahwa tuduhan yang beredar di media sosial tidak benar. “Tuduhan dari netizen seperti berita itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu,” ungkap TR dalam wawancara tertulis melalui aplikasi perpesanan, Sabtu (21/2/2026), seperti dilansir detikJabar.

Ia menjelaskan bahwa luka lepuhan di sekujur tubuh korban bukanlah akibat air panas, melainkan karena kondisi kesehatan NS. TR menyebutkan bahwa korban menderita kanker darah leukemia dan autoimun. “Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam,” klaimnya.

TR merasa menjadi korban penghakiman massa atas tudingan tersebut dan menyatakan masih menjalani pemeriksaan kepolisian. Ia tidak merespons pertanyaan mengenai penyebaran fotonya oleh warganet dan laporan kekerasan sebelumnya.

Advertisement

Temuan Visum yang Memprihatinkan

Data yang dihimpun menunjukkan kondisi fisik korban saat pemeriksaan luar sangat memprihatinkan. Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono memaparkan hasil visum yang menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. “Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul,” papar Hartono.

Keterangan medis ini akan dikonfrontasi dengan pengakuan para saksi baru, termasuk tim medis dari puskesmas dan RSUD Jampangkulon yang merawat korban saat masa kritis.

Advertisement