Berita7 — Jakarta – Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dirayakan dengan semangat kultural melalui pelantikan serentak Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia. Acara ini diselenggarakan di Alun-Alun Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta, di mana seluruh pengurus cabang yang dilantik menampilkan keunikan busana dan atribut khas daerah asal mereka.
Ketua Harlah ke-28 PKB, Faisol Reza, menyatakan bahwa penggunaan pakaian daerah oleh para pengurus cabang dari seluruh penjuru Indonesia merupakan simbol nyata persatuan dalam keragaman. “Hal ini menjadi simbol nyata bahwa Republik Indonesia dibangun atas dasar kekhasan suku, agama, ras, dan budaya yang begitu beragam, di mana PKB berkomitmen untuk terus merawat kebhinekaan tersebut,” jelas Faisol dalam keterangan resminya pada Rabu (22/7/2026).
Menurut Faisol, pemakaian busana adat tidak hanya sekadar estetika acara, melainkan sebuah penegasan ideologis bahwa PKB hadir untuk menjaga dan merawat keberagaman bangsa. Ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebhinekaan di era modern, terutama dalam menghadapi derasnya arus globalisasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi.
“Di tengah gelombang berbagai konten di media sosial yang begitu meninabobokan, kita perlu sejenak berpikir bahwa kita punya akar budaya yang bisa menjadi modal kuat kehidupan berbangsa,” ungkapnya, menekankan perlunya kesadaran akan identitas budaya.
Pemilihan lokasi pelantikan di Alun-Alun Fatahillah juga memiliki makna tersendiri. Faisol menjelaskan bahwa kawasan bersejarah ini dipilih untuk memperkuat kesadaran sejarah para kader. Kota Tua merefleksikan semangat perjuangan dan persatuan para pahlawan nusantara dari berbagai latar belakang yang bersatu melawan penjajahan.
Lebih lanjut, Faisol menambahkan bahwa di tengah kompleksitas tantangan zaman, termasuk dinamika global, perlambatan ekonomi domestik, dan dampak konflik geopolitik internasional, keberagaman adat dan budaya yang terhimpun dalam barisan PKB harus menjadi sumber kekuatan moral. “Melalui pelantikan di tempat bersejarah ini dengan balutan busana Nusantara, kami ingin seluruh kader pengurus cabang PKB se-Indonesia menyadari bahwa tugas sejarah untuk menjaga persatuan dan membawa Indonesia menuju kesejahteraan harus terus dilanjutkan bersama-sama,” pungkasnya.
Ikuti Berita7
