Berita

Hari Kanker Sedunia 2026: Sejarah, Tema ‘United by Unique’, dan Kampanye Perawatan Berpusat Pasien

Advertisement

Jakarta – Setiap tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Peringatan global ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pengobatan penyakit kanker yang terus menjadi ancaman kesehatan dunia.

Asal-usul Hari Kanker Sedunia

Hari Kanker Sedunia pertama kali dicetuskan oleh Union for International Cancer Control (UICC) pada tahun 2008. Tujuan utama peringatan ini adalah untuk secara signifikan mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kanker sebagai salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.

UICC, yang didirikan pada tahun 1993 dan berkantor pusat di Jenewa, Swiss, merupakan sebuah perkumpulan berbasis keanggotaan yang berdedikasi untuk memberantas kanker secara global dan memajukan penelitian medis. Hari Kanker Internasional pertama kali dirayakan di Jenewa pada tahun yang sama di bawah arahan UICC.

Secara resmi, Hari Kanker Sedunia ditetapkan pada KTT Dunia Melawan Kanker pertama yang diselenggarakan di Paris pada tahun 2000. Acara tersebut dihadiri oleh anggota organisasi kanker dan para pemimpin pemerintahan terkemuka. Sebuah dokumen penting, ‘Piagam Paris Melawan Kanker’ atau ‘Charter of Paris Against Cancer’, yang terdiri dari 10 pasal, ditandatangani. Piagam ini menguraikan komitmen global untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas hidup pasien kanker, serta menekankan pentingnya kemajuan dan peningkatan investasi dalam penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker. Pasal X dari piagam ini secara resmi menetapkan tanggal 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia.

Tema Hari Kanker Sedunia 2026: ‘United by Unique’

Untuk periode 2025-2027, Hari Kanker Sedunia mengusung tema ‘United by Unique’. Tema ini menempatkan manusia sebagai pusat perawatan dan kisah mereka sebagai inti dari setiap percakapan. Kanker merupakan kondisi jangka panjang yang tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental, sosial, dan ekonomi individu, keluarga, serta komunitas.

Pendekatan perawatan kanker tradisional seringkali hanya berfokus pada aspek biologis dan gejala penyakit, namun mengabaikan faktor sosial dan lingkungan krusial seperti pendapatan, sistem pendukung, dan kondisi tempat tinggal yang sangat memengaruhi pengalaman dan proses pemulihan pasien. Oleh karena itu, muncul kebutuhan mendesak untuk perawatan yang lebih holistik dan penuh kasih sayang.

Advertisement

Perawatan yang berpusat pada manusia adalah pendekatan yang mengutamakan kebutuhan, nilai-nilai, dan partisipasi aktif individu, keluarga, dan komunitas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi perawatan. Pendekatan ini menandai pergeseran fundamental dalam cara layanan kesehatan dan kanker dirancang dan diberikan, dengan menempatkan mereka yang terdampak kanker sebagai inti dari sistem kesehatan.

Kampanye Hari Kanker Sedunia 2026

Kanker lebih dari sekadar diagnosis medis; ini adalah isu yang sangat personal. Di balik setiap diagnosis terdapat kisah manusia yang unik, penuh dengan duka, rasa sakit, penyembuhan, ketahanan, cinta, dan banyak lagi. Pendekatan perawatan kanker yang berpusat pada manusia, yang mengintegrasikan kebutuhan unik setiap individu dengan belas kasih dan empati, terbukti menghasilkan hasil kesehatan yang optimal.

Setiap pengalaman dengan kanker bersifat unik, dan kita semua, bersatu, dibutuhkan untuk menciptakan dunia di mana kita melihat melampaui penyakit dan melihat orangnya sebelum melihat pasiennya. Pada Hari Kanker Sedunia ini, mari bersama-sama menulis ulang masa depan perawatan kanker, sebuah masa depan di mana kebutuhan orang dan komunitas menjadi prioritas utama.

Perawatan kanker yang berpusat pada pasien memerlukan transformasi yang mendalam dan beragam. Berikut adalah beberapa perubahan nyata yang dapat memberikan dampak positif:

  • Melibatkan Masyarakat dan Komunitas
    Untuk membangun sistem perawatan kanker yang penuh empati dan responsif, penderita kanker harus dilibatkan secara aktif dalam membentuk layanan, praktik perawatan, dan kebijakan kesehatan. Pengalaman hidup mereka, bersama dengan wawasan dari para pengasuh dan kelompok advokasi, dapat membantu mengidentifikasi tantangan dan mendorong perbaikan. Suatu sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan penderita kanker jika tidak dibangun melalui kolaborasi dengan mereka.
  • Mengubah Arah Model Perawatan
    Perawatan harus berkelanjutan, terkoordinasi, dan penuh kasih sayang, mencakup pengobatan, masa pemulihan, hingga akhir hayat. Perhatian harus diberikan pada dampak jangka panjang, martabat, literasi kesehatan, serta dukungan bagi pasien dan keluarga.
  • Kesetaraan, Inklusi, dan Transportasi dalam Tata Kelola
    Pengambilan keputusan harus adil dan inklusif, mengatasi hambatan seperti geografi, bahasa, pendapatan, disabilitas, dan stigma. Strategi kanker harus melibatkan pasien untuk memastikan layanan mudah diakses dan peka terhadap budaya.
  • Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Reformasi Perawatan Kanker
    Menciptakan kondisi untuk perubahan membutuhkan tindakan di seluruh sistem perawatan kesehatan dan kanker. Ini termasuk kepemimpinan yang kuat, kebijakan dan peraturan yang tepat dan mendukung, sistem yang menghargai kualitas dan kolaborasi, serta tenaga kerja yang siap untuk memberikan model perawatan baru.

Simak juga video ‘Berlari Melawan Kanker’: [Gambas:Video 20detik]

Advertisement