Berita

Hari Desa Nasional 2026: YouTuber, E-Sport, dan Layar Tancap Meriahkan Peringatan

Advertisement

Jakarta – Peringatan Hari Desa Nasional pada Kamis (15/1/2026) mendatang dipastikan akan berlangsung meriah dengan serangkaian acara yang dirancang untuk membangkitkan semangat dan kebanggaan masyarakat desa di seluruh Indonesia. Rangkaian acara meliputi kompetisi YouTuber Desa, turnamen e-sport, hingga festival film desa yang dikemas dalam konsep layar tancap.

Kompetisi Kreatif dan Digital

Salah satu agenda utama adalah kompetisi YouTuber Desa. “Nanti kita akan tampilkan YouTuber-YouTuber 12 terbaik itu kompetisi mereka. Pesertanya ribuan, kemarin tapi tinggal 12. Mereka bikin konten, bagaimana mereka mengangkat desa mereka supaya baik, supaya bagus, produk mereka dipasarkan, atau keunggulan desa itu apa,” ujar Yandri, salah seorang penggagas acara, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, Hari Desa Nasional juga akan dimeriahkan dengan kompetisi e-sport yang finalnya akan disaksikan oleh banyak pihak, termasuk para kepala desa dan bupati.

Festival Film Desa dan Apresiasi

Puncak perayaan Hari Desa Nasional akan ditutup dengan Festival Film Desa yang mengusung konsep layar tancap. Yandri menekankan pentingnya acara ini untuk menumbuhkan rasa bangga di kalangan masyarakat desa.

“Saya ikut nonton. Jadi gini … dengan banyak program begini, saya ingin membuat desa itu menjadi bangga, bermutu, berkualitas, dan tidak minder. Tidak usah malu kalau jadi orang desa,” tuturnya.

Yandri menilai peringatan Hari Desa Nasional sangat relevan mengingat perkembangan desa saat ini yang semakin beragam. Ia menyebutkan adanya desa ekspor, desa wisata, liga desa, hingga pemuda-pemudi pelopor desa. “Artinya, desa sekarang sudah mulai bangkit, dengan begini, maka perlu peringatan hari desa,” katanya.

Advertisement

Penghargaan untuk Desa Inspiratif

Selain kemeriahan acara, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) akan memberikan penghargaan kepada desa-desa yang dinilai berkontribusi besar dan menjadi inspirasi. Yandri mencontohkan desa-desa seperti Desa Awang Bakal Barat di Kabupaten Banjar yang berhasil mengubah bekas tambang pasir menjadi desa wisata, serta Desa Tibubeneng di Bali yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan berbagai unit usaha seperti restoran, simpan pinjam, tempat yoga, dan stadion olahraga.

“Memang mereka nggak ikut lomba, tapi menurut saya ini sesuatu,” jelas Yandri mengenai Desa Awang Bakal Barat. Ia menambahkan, “Ini menurut saya inspirasi juga, jadi BUMDes jadi lembaga ekonomi tidak kalah dengan lembaga ekonomi lain.”

Acara ini juga akan dihadiri oleh perwakilan BUMDes yang akan mengikuti pameran di booth yang disediakan Kemendes PDT. Pameran ini akan menampilkan berbagai kategori desa pemenang, termasuk desa tematik, desa wisata, desa bebas sampah, desa ekspor, pemuda-pemudi pelopor desa, desa ramah ibu dan anak, serta desa terbaik untuk pekerja migran.

“Jadi semua itu kami lakukan dalam rangka desa hebat, desa oke, desa mampu mengangkat derajat bangsa,” pungkasnya.

Advertisement