Berita

Gunung Semeru Meletus 6 Kali dalam Semalam, Kolom Abu Vulkanik Capai 1 Km

Advertisement

Lumajang – Gunung Semeru, yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), dilaporkan mengalami enam kali erupsi sepanjang Senin, 19 Januari 2026. Tinggi kolom abu vulkanik dari letusan tersebut bervariasi antara 300 meter hingga mencapai 1 kilometer di atas puncak.

Rincian Erupsi dan Aktivitas Vulkanik

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama tercatat pada pukul 00.22 WIB, disusul oleh serangkaian letusan pada pukul 00.36 WIB, 00.50 WIB, 05.19 WIB, 06.44 WIB, dan 08.36 WIB. Petugas pos pengamatan, Liswanto, menyatakan bahwa letusan tertinggi terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.676 mdpl.

Kolom abu tersebut dilaporkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, bergerak mengarah ke timur laut. Selama periode pemantauan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada hari yang sama, aktivitas Gunung Semeru didominasi oleh 36 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm dan durasi 86-156 detik. Selain itu, tercatat pula tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4-7 mm dan durasi 33-73 detik.

Aktivitas seismik lainnya meliputi tiga kali gempa harmonik dengan amplitudo 10-11 mm dan durasi 118-360 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7 mm, S-P 19 detik, dan durasi 39 detik.

Advertisement

Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, yang berjarak hingga 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru juga dilarang karena risiko bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.

Advertisement