— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama tahun ajaran baru 2026. Pengawasan mencakup dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sampai distribusi makanan ke sekolah untuk memastikan proses berjalan lancar, aman, dan sesuai kebutuhan gizi peserta didik.

Kunjungan yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung tersebut melibatkan pemeriksaan di beberapa sekolah dan SPPG serta pembagian tim pemantau agar jangkauan pengawasan lebih luas sejak awal kegiatan belajar mengajar.

Keliling Sekolah dan SPPG

Pemantauan lapangan dibagi ke dalam lima tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo. Tim kedua dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Tim ketiga dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Firsada, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan, serta Asisten Administrasi Umum Sulpakar.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau SD Negeri 4 Sumberejo, SMA Negeri 7 Bandar Lampung, SLB B dan SLB C Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, serta SPPG Beringin Raya di Kecamatan Kemiling.

Dialog Dengan Sekolah dan Evaluasi Lapangan

Di setiap lokasi yang dikunjungi, Gubernur berdialog dengan kepala sekolah, guru, dan siswa untuk menyerap masukan tentang pelaksanaan MBG dan kesiapan sekolah memulai tahun ajaran baru. Menurut Rahmat, hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan program secara umum berjalan baik, namun masih ada catatan untuk evaluasi.

“Setelah masuk sekolah ini, sesuai instruksi Bapak Presiden, kita bersama-sama berkolaborasi dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengawasi dapur MBG dan distribusinya sampai kepada lauk-pauknya. Hari ini kami berkeliling ke SD, SMP, SLB, hingga SMA untuk memastikan program ini berjalan dengan baik,” ucap Rahmat dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

“Ada beberapa masukan-masukan yang tujuannya tentu untuk memperbaiki agar program ini terus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Fokus pada Keamanan Pangan dan Kualitas

Selain memperhatikan ketepatan distribusi, Rahmat memberi perhatian khusus pada aspek keamanan pangan, kebersihan, dan kecukupan gizi. Di SPPG Beringin Raya, ia membawa tim laboratorium bergerak untuk memeriksa kualitas air, kebersihan dapur, serta kelayakan bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Sejumlah masukan teknis juga diberikan kepada pengelola SPPG untuk meningkatkan kualitas layanan.

Gubernur juga memberi semangat kepada petugas dapur MBG dan meminta komitmen mereka dalam menyediakan makanan bergizi, aman, dan berkualitas bagi para pelajar. Ia mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengharapkan banyak masukan dari masyarakat demi memperbaiki program ini,” ucapnya.

Keterlibatan Kejaksaan Tinggi Lampung

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo menegaskan komitmen institusinya untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional. Danang menyatakan Kejaksaan akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk pendampingan, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan program.

“Kami bersama Bapak Gubernur memegang teguh komitmen sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Jaksa Agung. Program prioritas nasional ini akan terus kami dampingi dan kawal agar berjalan maksimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung,” ujar Danang.

Ia menambahkan bahwa jajaran Kejaksaan Tinggi bersama pemerintah daerah akan melakukan pemantauan berkala ke berbagai SPPG dan sekolah untuk memastikan setiap kendala di lapangan segera dievaluasi dan diperbaiki.

Harapan Pemerintah Provinsi

Dengan pengawasan langsung sejak hari pertama sekolah, Pemerintah Provinsi Lampung berharap Program Makan Bergizi Gratis terlaksana secara akuntabel, higienis, dan berkelanjutan. Pemerintah mengharapkan program ini tidak hanya meningkatkan asupan gizi peserta didik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Lampung di masa depan.