Berita

Gubernur DKI Jakarta Siapkan Aturan Jam Operasional Padel Imbas Keluhan Warga Soal Kebisingan

Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan segera menyiapkan aturan mengenai jam operasional lapangan padel di wilayah Ibu Kota. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya keluhan warga terkait suara bising yang ditimbulkan oleh aktivitas padel hingga larut malam.

Pramono Anung mengungkapkan bahwa laporan keluhan warga telah diterima dari berbagai lokasi, termasuk Haji Nawi, Cilandak, dan Rawamangun. Ia menyoroti adanya warga yang merasa sangat terganggu karena aktivitas olahraga tersebut berlangsung hingga malam hari.

“Saya juga mendapatkan laporan berbagai tempat tentang padel ini yang mendapatkan keberatan dari masyarakat. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun nggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya juga nggak fair,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap aktivitas olahraga sangat penting. Namun, pengelola lapangan padel juga memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan kenyamanan warga di sekitarnya, terutama jika lapangan tersebut berlokasi di kawasan padat penduduk.

Pramono Anung membedakan antara lapangan padel yang berada di area komersial dengan yang terletak di tengah permukiman. Ia berpendapat bahwa operasional hingga larut malam mungkin tidak menjadi masalah di area komersial.

“Kalau tempatnya di fasilitas komersial, menurut saya main sampai jam berapa pun nggak masalah. Tetapi kalau di tempat padat penduduk dan mengganggu penduduk, pasti mereka mainnya juga nggak nyaman,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan padel, termasuk mengenai perizinan dan pengaturan jam operasional. Pihak terkait yang telah memberikan izin serta pengelola lapangan padel akan dipanggil untuk berkoordinasi.

“Besok secara khusus Balai Kota akan mengadakan rapat tentang padel. Saya sudah meminta yang memberikan perizinan dan juga mengoordinasikan untuk mempersiapkan,” tuturnya.

Menanggapi adanya warga yang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pramono berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui penataan yang adil dan mengutamakan kepentingan bersama.

“Saya sebagai Gubernur tentunya berharap, mengharapkan aktivitas olahraga yang sekarang sedang jadi favorit banyak orang di Jakarta ini, tentunya juga harus toleransi kepada masyarakat yang ada di sekitar itu,” pungkasnya.

Advertisement