Jakarta – Komitmen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pilar utama Grup Merdeka (PT Merdeka Copper Gold Tbk/IDX: MDKA) dalam menjalankan operasional industri pertambangan. Perusahaan tidak hanya memandang K3 sebagai kewajiban regulasi, melainkan telah menginternalisasikannya sebagai budaya kerja yang esensial untuk melindungi karyawan, menjaga keandalan operasional, dan menopang keberlanjutan bisnis di tengah potensi risiko yang melekat pada aktivitas pertambangan.
Keselamatan terintegrasi dalam nilai inti perusahaan, GReAtNESS, yang mencakup Growth, Respect, Accountability, Collaboration, Excellence, Safety, dan Sustainability. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan, praktik kepemimpinan, serta aktivitas kerja sehari-hari di seluruh tingkatan organisasi.
Komitmen ini diwujudkan secara konkret melalui penerapan Sistem Manajemen K3 yang telah tersertifikasi ISO 45001:2018 di seluruh area operasional tambang. Standar internasional ini memastikan bahwa pengelolaan risiko dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan momentum Bulan K3 Nasional 2026 yang bertujuan untuk memperkuat budaya keselamatan yang proaktif dan kolaboratif di seluruh sektor industri.
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, Grup Merdeka menyelenggarakan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dan kampanye keselamatan. Tema yang diusung adalah “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3/Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif.” Berbagai program dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perilaku berbasis keselamatan, termasuk Safety Riding Training, First Aid Training, kegiatan donor darah, serta webinar mengenai Manajemen Risiko dan Kontraktor yang melibatkan seluruh karyawan grup.
Di setiap situs tambang, kegiatan serupa juga digelar, meliputi webinar kesehatan, olahraga lari santai, hingga hari refleksi K3 yang bertujuan untuk semakin memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional.
Head of Corporate Communications Merdeka, Tom Malik, menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan merupakan bagian integral dari identitas perusahaan. Menurutnya, setiap karyawan memegang peran krusial dalam membangun budaya K3 di lingkungan tambang, dengan senantiasa menjunjung tinggi komitmen keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.
“Seluruh pekerja di grup MDKA memegang peran penting tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk saling menjaga, mematuhi standar, dan membangun budaya kerja yang aman dan berkelanjutan,” ungkap Tom, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (12/2/2026).
Budaya kerja yang aman dan sehat di Grup Merdeka tercermin dari catatan insiden keselamatan dan kesehatan kerja yang rendah. Di beberapa situs MDKA, pencapaian jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI) tercatat sangat signifikan. Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat 19,7 juta jam kerja tanpa LTI, diikuti oleh Tambang Emas Pani dengan 18,2 juta jam kerja, dan Tambang Nikel Konawe dengan 10,7 juta jam kerja. LTI sendiri didefinisikan sebagai kecelakaan kerja yang mengakibatkan pekerja tidak dapat melanjutkan tugasnya atau kehilangan satu hari kerja penuh akibat insiden tersebut.
Sepanjang tahun 2025, tingkat Serious Potential Incident Frequency Rate (SPIFR) juga tercatat sangat rendah. Angka ini mengindikasikan bahwa potensi risiko serius di area tambang berhasil dikelola dengan baik melalui implementasi sistem yang terintegrasi, pengawasan yang ketat, serta disiplin dalam perilaku kerja.
Atas konsistensi dan capaian tersebut, PT Bumi Suksesindo, salah satu anak usaha MDKA yang mengelola Tambang Emas Tujuh Bukit, menerima penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya berkelanjutan dalam menjaga budaya keselamatan kerja, yang dibuktikan dengan torehan 19,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan.
Ke depannya, Grup Merdeka bersama seluruh entitas anak usahanya berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan K3 agar bersifat antisipatif, adaptif, dan strategis. Upaya ini akan terus dilakukan seiring dengan ekspansi bisnis dan pengembangan proyek-proyek baru. Capaian yang telah diraih saat ini menjadi pijakan penting untuk terus menjaga standar keselamatan yang berkelanjutan di seluruh lini operasional perusahaan.






