— Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, dan memberi pujian terhadap desain yang mengadopsi arsitektur bergaya Osing. Kunjungan kerja itu berlangsung bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pejabat kementerian terkait.

Gibran berkeliling ke sejumlah titik pasar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 152 miliar, mulai dari bangunan sisi depan hingga kios dan los bagian dalam. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus memberi sejumlah arahan teknis kepada kontraktor.

Puji Arsitektur dan Sirkulasi Udara

Menurut Gibran, ornamen-ornamen yang mengangkat simbol Suku Osing terlihat mencolok di berbagai sisi bangunan. Ia menilai konsep open space pasar membuat area tidak pengap dan memudahkan sirkulasi udara.

“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space, sehingga tidak pengap. Menurut saya, pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,”

Gibran juga menyempatkan berbincang dengan perwakilan pedagang dan memberi ucapan selamat atas tampilan pasar yang ia nilai modern.

Catatan Teknis Sebelum Serah Terima

Meski memuji desain, Gibran meminta perbaikan pada beberapa hal teknis. Ia menyoroti kabel-kabel yang tampak berantakan dan meminta agar seluruh lantai pasar dibersihkan menyeluruh sebelum proses serah terima ke pemerintah daerah.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Aris Wibawa, menyatakan pembangunan pasar sudah rampung 100 persen dan saat ini masuk masa pemeliharaan. Pengoperasian menunggu serah terima dari pemerintah pusat ke daerah.

Fasilitas, Kapasitas, dan Konsep Pasar

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan dua bangunan utama yang terletak di sisi utara dan selatan. Pasar ini memiliki 397 kios dan 356 los, serta dibagi menjadi tiga zona utama: pasar basah, pasar kering, dan area kuliner.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan pasar dirancang berkonsep Pasar Wisata. Pedagang akan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan agar wisatawan mudah mengunjungi area sesuai kebutuhan, sekaligus menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event ke depan.

Setelah serah terima dilakukan, pedagang yang saat ini berada di lokasi relokasi dapat mulai pindah ke bangunan baru, setelah penyempurnaan sesuai arahan yang disampaikan selama kunjungan.