JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Rabu (7/1/2026) pukul 10.02 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Analisis BMKG
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, episenter gempa terletak pada koordinat 7.254° lintang utara dan 126.823° bujur timur, dengan kedalaman 58 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault),” jelas Daryono kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Imbauan dan Pemantauan
Menyikapi hal tersebut, Daryono mengimbau masyarakat pesisir di wilayah Indonesia agar tetap tenang. Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
“BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat,” pungkasnya.






