Berita

Gempa M 6,4 Pacitan Guncang DIY: 22 Bangunan Rusak, 47 Warga Terluka

Advertisement

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan menimbulkan dampak signifikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini dirasakan hingga Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Kerusakan dan Korban Jiwa

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengonfirmasi adanya laporan dampak gempa dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DIY. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 47 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

“47 orang luka-luka,” ujar Daryono dalam keterangannya pada Jumat (6/2/2025).

Selain korban luka, gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 22 bangunan. Rinciannya, 2 rumah rusak di Kota Yogyakarta, sementara 20 bangunan lainnya rusak di Kabupaten Bantul. Kerusakan di Bantul meliputi 10 rumah, 2 tempat ibadah, 5 fasilitas pemerintah, 2 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan.

“Kota Yogyakarta 2 rumah. Kabupaten Bantul 10 rumah, 2 tempat ibadah, 5 fasilitas pemerintah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan,” jelas Daryono.

Advertisement

Detail Gempa

Gempa dengan magnitudo (M) 6,4 ini terjadi di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Menurut Daryono, gempa yang terjadi dikategorikan sebagai gempa dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” katanya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ucap Daryono.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Advertisement