Berita

Gekrafs Rayakan HUT Ke-7 dengan Doa Bersama dan Tradisi Minangkabau di Huntara Sumbar

Advertisement

PADANG, Indonesia – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-7 dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih menggelar perayaan seremonial, Gekrafs memilih untuk mengadakan doa bersama dan tradisi balanjuang (makan bersama khas Minangkabau) bersama warga di Hunian Sementara (Huntara) Limau Manis, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini juga diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid, penyerahan bantuan simbolis, serta bermain bersama anak-anak pengungsi.

Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menekankan bahwa peringatan HUT organisasi pada 22 Januari 2026 ini lebih mengutamakan kebermanfaatan bagi masyarakat. “Gekrafs tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” ujar Kawendra dalam keterangannya pada Jumat (23/1/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gekrafs, Vasco Ruseimy, mengapresiasi inisiatif Gekrafs yang turun langsung berinteraksi dengan warga di Huntara Limau Manis. “Saya merasa bangga sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepedulian teman-teman Gekrafs. Kehadiran seperti ini sangat berarti, karena bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat,” tutur Vasco.

Kegiatan sosial ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Relawan Nusantara, Batulicin69, KAI, SIG, Saratoga, WO Casual, Scarf Media, Biofarma, Ciomy, Masjid Nusantara, BRI, Patra Niaga, Wings Group, WLOV Yanti Adeni, Kinderkloud, Tazbiya, Rendang Katuju, Pekerja Seni, Sarung Mangga, Dua Kelinci, HK Aston, Garuda Travel, Banomkepos DPP, DPW Gekrafs Sumbar, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Advertisement

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPP Gekrafs, para Wakil Ketua Umum seperti Melly Goeslaw, Raffi Ahmad, Laja Lapian, dan Vasco Ruseimy, serta Wakil Menteri UMKM Helvi Moriza. Turut hadir pula unsur Dewan Penyantun, Dewan Pakar, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, serta pengurus dan anggota DPW Gekrafs Sumatera Barat.

Ketua pelaksana kegiatan, Octaviani Putri Pertiwi, menjelaskan bahwa konsep logo HUT Gekrafs ke-7 dirancang untuk merefleksikan semangat kebersamaan dan keberagaman ekosistem kreatif Indonesia. Angka “7” melambangkan kematangan dan keberlanjutan Gekrafs, sementara ikon-ikon di dalamnya merepresentasikan subsektor ekonomi kreatif seperti film, musik, fashion, seni rupa, fotografi, literasi, dan inovasi digital. Ilustrasi jabat tangan menegaskan nilai gotong royong dan solidaritas, sedangkan dominasi warna biru mencerminkan optimisme dan visi masa depan, dengan aksen kuning yang melambangkan kreativitas dan harapan.

Gekrafs menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan ekonomi kreatif dan para kolaborator, serta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai masa depan Indonesia.

Advertisement