Berita

Gajah Sumatera Mati Mengenaskan di Riau, BKSDA Duga Akibat Perburuan Liar

Advertisement

Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan di Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau menduga kematian satwa dilindungi ini disebabkan oleh perburuan liar, mengingat hilangnya sebagian kepala dan kedua gading gajah tersebut.

Indikasi Perburuan Liar Menguat

Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Sanggara Yudha, menyatakan bahwa hilangnya bagian wajah dan gading gajah merupakan indikasi kuat adanya perburuan liar. “Kejadian ini merupakan kejadian yang serius dan dengan hilangnya bagian wajah dari gajah mengindikasikan adanya perburuan liar,” ujar Yudha dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (6/2/2026).

Yudha menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi aksi perburuan liar. “Kami menegaskan bahwa negara tidak akan mentolerir kejahatan terhadap satwa yang dilindungi,” katanya, menambahkan bahwa pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Penyelidikan Intensif oleh Polda Riau dan BKSDA

Saat ini, BKSDA Riau bersama Polda Riau dan Polres Pelalawan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku perburuan liar tersebut. Polisi masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. “Saat ini, Polres Pelalawan di-back up oleh Ditreskrimsus Polda Riau dan tim dari BKSDA masih melakukan penyelidikan intensif,” katanya.

Temuan bangkai gajah pertama kali dilaporkan pada Senin (2/2) oleh Polsek Ukui, yang kemudian diteruskan ke Polres Pelalawan dan Polda Riau. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan pada Selasa (3/2) oleh Polda Riau dan BKSDA Riau.

Kombes Pandra menambahkan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara ilmiah (crime scientific investigation) untuk mengungkap tuntas dugaan pembunuhan Gajah Sumatera ini.

Advertisement

Kapolda Riau Tegaskan Akan Usut Tuntas

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara tegas menyatakan bahwa gajah tersebut tewas dibunuh secara sengaja. “Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Irjen Herry Heryawan saat memberikan kuliah umum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Kota Pekanbaru, Jumat (6/2).

Ia memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini, bekerja sama dengan Polisi Kehutanan dan BKSDA Kota Pekanbaru. “Kemarin kita sudah melakukan olah TKP bersama Polisi Kehutanan dan BKSDA,” imbuhnya.

Temuan Proyektil di Kepala Gajah

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan temuan mengejutkan dari pemeriksaan bangkai gajah. Di bagian belakang kepala gajah ditemukan serpihan proyektil yang mengindikasikan kematian akibat penembakan.

“Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak,” kata drh Rini Deswita saat dihubungi wartawan, Jumat (6/2).

Kondisi gajah saat ditemukan sangat memprihatinkan. Selain proyektil di kepala, sebagian kepala gajah, termasuk dahi, mata, dan belalainya, hilang. Kedua gading gajah juga dilaporkan lenyap.

Advertisement