Berita

Fenomena Sinkhole Muncul di Sawah Warga Sumbar, Ahli Geologi Ungkap Penyebabnya

Advertisement

Sebuah lubang raksasa menggegerkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Fenomena alam yang dikenal sebagai sinkhole atau tanah berlubang ini muncul di lahan persawahan milik seorang warga pada Minggu (4/1/2025), setelah terdengar suara seperti ledakan.

Ahli Geologi Jelaskan Fenomena Sinkhole

Menurut Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, fenomena sinkhole kerap terjadi di daerah batu kapur. Ia menjelaskan bahwa Nagari Situjuah Batua merupakan kawasan batu kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago. Sifat batuan kapur yang mudah larut oleh air hujan dapat menyebabkan retakan dan akhirnya menciptakan lubang besar.

“Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian. Dia mengatakan sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole,” ujar Ade Edward.

Apa Itu Sinkhole?

Sinkhole atau lubang runtuhan adalah cekungan di tanah yang tidak memiliki drainase permukaan alami. Air hujan umumnya akan mengalir ke bawah permukaan. Fenomena ini paling umum terjadi di daerah karst, yaitu wilayah dengan batuan di bawah permukaan yang dapat larut oleh air tanah, seperti lapisan garam, gipsum, dan batu kapur.

Tanah di atas rongga bawah tanah biasanya tetap utuh untuk sementara waktu. Namun, ketika ruang bawah tanah menjadi terlalu besar dan tidak ada penyangga yang cukup, keruntuhan permukaan tanah secara tiba-tiba dapat terjadi.

Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik warga di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten 50 Kota, Sumbar. (Foto: Jeka Kampai/detikSumut)

Advertisement

Penyebab Sinkhole: Faktor Alam dan Manusia

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa sinkhole tidak hanya disebabkan oleh faktor alam. Eksploitasi air tanah berlebihan, perencanaan tata kota yang mengabaikan kondisi geologi, serta perubahan iklim yang memengaruhi pola hidrologi tanah juga turut berkontribusi.

Sinkhole dapat terbentuk melalui dua mekanisme utama:

  • Solution sinkhole: Berkembang perlahan akibat pelarutan batu kapur oleh air asam, menciptakan rongga bawah tanah yang membesar.
  • Collapse sinkhole: Terjadi tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah runtuh akibat tidak mampu menahan beban di atasnya.

Mitigasi dan Pencegahan Sinkhole

Untuk mengatasi ancaman sinkhole, terutama di kawasan karst, diperlukan langkah mitigasi. Pengelolaan air tanah yang bijak, pemantauan struktur bawah tanah dengan teknologi seperti georadar, dan desain infrastruktur yang adaptif menjadi strategi utama. Edukasi masyarakat tentang pemanfaatan kawasan karst yang bertanggung jawab juga sangat penting.

Pembangunan infrastruktur di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) sebaiknya dihindari. Jika terpaksa dilakukan karena kebutuhan strategis, wajib didahului kajian mendalam, termasuk studi geologi detail, analisis hidrogeologi karst, dan evaluasi risiko bencana.

Pemantauan lingkungan berkelanjutan, pengendalian pengambilan air tanah, serta desain infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik tanah karst, termasuk sistem drainase dan struktur bangunan yang tahan amblesan, merupakan langkah krusial. Teknologi georadar dapat membantu mendeteksi potensi bahaya lebih awal.

Advertisement