Empat warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai pelaut dilaporkan diculik oleh sekelompok bajak laut bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Insiden ini terjadi pada Sabtu malam waktu setempat ketika para pelaut sedang beraktivitas di kapal penangkap ikan berbendera Gabon. Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi pembajakan yang kerap terjadi di Teluk Guinea, sebuah wilayah maritim yang membentang dari Senegal hingga Angola.
Sembilan Pelaut Diculik, Termasuk Lima Warga Tiongkok
Kelompok bajak laut yang melakukan penyerangan dilaporkan berhasil menculik total sembilan pelaut dari kapal penangkap ikan tersebut. Selain empat WNI, lima pelaut lainnya yang turut menjadi korban penculikan adalah warga negara Tiongkok. Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Hubert Bekale Meyong, mengonfirmasi kejadian ini dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan oleh media setempat.
“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” ujar Hubert Bekale Meyong, seperti dilansir AFP, Selasa (13/1).
Sementara itu, enam pelaut lainnya yang terdiri dari warga negara Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso dilaporkan tidak diculik dan dibiarkan tetap berada di atas kapal. Otoritas Gabon telah menemukan kapal pukat tersebut dan mengawalnya ke pelabuhan Libreville. Saat ini, penyelidikan mendalam atas insiden tersebut tengah dilakukan oleh pihak berwenang Gabon.
Serangan Terjadi Saat Aktivitas Penangkapan Ikan
Hubert Bekale Meyong lebih lanjut menjelaskan bahwa kapal penangkap ikan yang menjadi sasaran serangan adalah kapal IB Fish 7 yang mengibarkan bendera Gabon. Kapal tersebut sedang dalam aktivitas penangkapan ikan ketika diserang oleh para bajak laut.
“Kapal tersebut menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon,” imbuhnya, menegaskan bahwa para bajak laut memang kerap mengincar kapal-kapal penangkap ikan di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Berkoordinasi dengan Otoritas Gabon
Menanggapi insiden penculikan empat WNI, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengambil langkah-langkah proaktif. Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun, yang memiliki wilayah akreditasi mencakup Gabon, telah menjalin koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Libreville.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa KBRI juga telah meminta bantuan Pemerintah Gabon untuk mendukung upaya penyelamatan dan memastikan keselamatan para WNI yang menjadi korban penculikan. “KBRI juga mengupayakan permohonan bantuan Pemerintah Gabon untuk dukungan bantuan dan keselamatan bagi para WNI tersebut,” kata Vahd Nabyl saat dihubungi, Selasa (13/1).
Kemlu RI belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai perkembangan situasi dan meminta masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan lebih lanjut.






