Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri menjamin layanan administrasi kependudukan (adminduk) akan tetap berjalan optimal selama bulan Ramadan. Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, menginstruksikan seluruh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di tingkat kabupaten/kota untuk menyesuaikan jam operasional demi menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Teguh Setyabudi menegaskan bahwa layanan adminduk merupakan layanan dasar yang esensial dan harus tetap tersedia selama bulan Ramadan. “Saya meminta seluruh jajaran Disdukcapil kabupaten dan kota tetap membuka layanan administrasi kependudukan, baik secara offline di kantor maupun melalui layanan online. Penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan harus diikuti dengan penyesuaian jam pelayanan yang lebih awal, namun kualitas layanan tidak boleh menurun,” ujar Teguh dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan bahwa masyarakat masih membutuhkan berbagai layanan penting, termasuk perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), penerbitan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya. “Dokumen kependudukan adalah hak dasar warga negara. Jangan sampai ada masyarakat yang tertunda mengurus KTP-el, KK, akta kelahiran, atau dokumen lainnya hanya karena perubahan jam kerja. Layanan harus tetap optimal, cepat, dan responsif,” tegasnya.
Mengenai penyesuaian jam pelayanan, Teguh menjelaskan bahwa umumnya layanan akan dimulai lebih awal selama Ramadan. Untuk hari Senin hingga Kamis, jam pelayanan dijadwalkan berlangsung antara pukul 08.00 WIB hingga 14.00 atau 15.00 WIB. Sementara itu, pada hari Jumat, layanan akan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir lebih awal pada pukul 11.00 WIB atau 13.00 WIB, dengan mempertimbangkan waktu istirahat dan salat Jumat yang lebih panjang. Pada hari Sabtu atau akhir pekan, layanan tetap dibuka dengan jam operasional yang terbatas, seperti contohnya di Kabupaten Sukoharjo yang tetap membuka layanan “Sabtu Ceria” dengan jam operasional terbatas, misalnya pukul 08.00-11.30 WIB.
Teguh mengimbau agar setiap daerah secara proaktif menginformasikan jadwal terbaru layanan kepada masyarakat melalui media sosial atau situs resmi masing-masing. Selain itu, Ditjen Dukcapil juga mendorong pelaksanaan program jemput bola atau “Ramadan On The Spot” yang secara khusus menyasar perekaman KTP-el di lokasi-lokasi strategis, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia. “Kami minta daerah tetap kreatif menghadirkan layanan jemput bola, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses. Justru di bulan Ramadan, semangat melayani harus semakin kuat,” kata Teguh.
Lebih lanjut, Teguh juga mengimbau percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), khususnya di 40 kabupaten/kota yang menjadi lokasi piloting digitalisasi program perlindungan sosial (Perlinsos). Ia menekankan pentingnya aktivasi IKD untuk memastikan ketepatan sasaran dan integrasi data dalam penyaluran bantuan sosial berbasis digital. “Saya minta daerah, khususnya 40 kabupaten/kota lokasi piloting digitalisasi Perlinsos, agar mempercepat aktivasi IKD. Ini menjadi kunci dalam memperkuat validitas data penerima manfaat dan mendukung transformasi layanan perlindungan sosial yang lebih akurat dan transparan,” tegas Teguh. “Mari kita manfaatkan Ramadan sebagai momentum percepatan transformasi digital kependudukan. Aktivasi IKD harus kita dorong bersama agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan publik dan program perlindungan sosial,” sambungnya.
Ditjen Dukcapil juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan online yang tersedia di masing-masing daerah. Sebagai contoh, di DKI Jakarta, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Alpukat Betawi untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. Teguh menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan layanan di seluruh daerah untuk memastikan standar pelayanan tetap prima. “Ramadan bukan menjadi alasan untuk menurunkan standar layanan, tetapi justru momentum untuk meningkatkan integritas, percepatan digitalisasi, dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujar Teguh. Layanan Dukcapil yang tetap aktif selama Ramadan dapat diakses melalui Live Chat layanan Dukcapil di website dukcapil.kemendagri.go.id (amw/dhn).





