Berita

Dugaan Penipuan Kripto: Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pelapor Timothy Ronald Besok

Advertisement

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya akan segera mengusut laporan dugaan penipuan dalam investasi trading kripto yang melibatkan nama influencer Timothy Ronald. Pelapor kasus ini dijadwalkan untuk dimintai keterangan pada hari ini, Selasa (13/1/2026).

Laporan Masuk dan Langkah Awal Penyelidikan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut. “Bahwa benar Polda Metro Jaya sudah menerima laporan polisi pada tanggal 9 Januari 2026. Di mana pelapor berinisial Y, tentang dugaan tindak pidana penipuan terkait investasi kripto,” ujar Kombes Budi kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Sebagai langkah awal dalam proses penyelidikan, penyidik telah berupaya menjadwalkan undangan klarifikasi terhadap pelapor dan saksi-saksi terkait. “Nah ini juga baru laporan masuk, akan segera ditangani. Dan sudah ada upaya dari penyidik untuk melakukan undangan klarifikasi pada pelapor khususnya, serta saksi-saksi, dan akan dijadwalkan Selasa, 13 Januari 2026 besok,” jelas Kombes Budi.

Analisis Barang Bukti dan Kerugian

Kombes Budi menambahkan bahwa laporan ini masih berada dalam tahap penyelidikan awal. Pihak kepolisian akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor serta menganalisis barang bukti yang diajukan. “Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya,” ucapnya.

Advertisement

Nama Timothy Ronald mencuat dalam kasus ini berdasarkan unggahan di media sosial. Selain Timothy, pihak lain yang turut terseret dalam kasus ini adalah Kalimasada. Laporan tersebut menyebutkan bahwa mayoritas korban penipuan trading kripto ini berusia antara 18 hingga 27 tahun, atau masuk dalam kategori Generasi Z.

Ditaksir, total kerugian yang dialami para korban mencapai miliaran rupiah. Para korban dijanjikan keuntungan hingga 500 persen, namun pada akhirnya mengalami kerugian. Postingan tersebut juga mengindikasikan bahwa korban awalnya merasa takut untuk melapor karena adanya ancaman yang diterima.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom telah berupaya menghubungi Timothy Ronald melalui pesan langsung di Instagram terkait dugaan ini, namun belum mendapatkan respons.

Advertisement