Berita

Dua Pemburu Diduga Biang Kerok Macan Tutul Jawa Pincang di Karawang, Identitas Dikantongi

Advertisement

KARAWANG – Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) ditemukan berjalan pincang di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat. Kondisi satwa langka ini diduga akibat ulah pemburu ilegal yang beraksi di wilayah tersebut.

Investigasi Mendalam Dilakukan

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai macan tutul yang pincang. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jabar, dipimpin oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Purwakarta, Rechan Ahmad Sine, langsung berkoordinasi dengan Ketua Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard, untuk mengumpulkan informasi dan fakta di lapangan.

“Kami telah memerintahkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Jabar yang diwakili oleh Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Purwakarta, Rechan Ahmad Sine, untuk segera berkoordinasi intensif mengumpulkan fakta informasi bersama Ketua Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) Bernard,” ujar Plt Kepala BBKSDA Jabar, Ammy Nurwati, dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Dua Pemburu Terekam Kamera Jebak

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa dua orang yang diduga sebagai pelaku atau pemburu terekam oleh kamera jebak (camera trap). Penampakan kedua terduga pelaku ini terjadi beberapa hari setelah macan tutul pincang itu terlihat.

Advertisement

“Berdasarkan hasil tangkapan camera trap kisaran empat hari setelah tertangkapnya gambar macan tutul berjalan pincang, terdeteksi dua orang diduga pelaku atau pemburu yang membawa senjata laras panjang dan golok. Sesuai titik lokasi kejadian, lokasi dapat diakses dari Kampung Tipar dan Kampung Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru,” jelas Ammy.

Identitas Pelaku Diketahui, Laporan Polisi Dibuat

Identitas kedua terduga pemburu tersebut kini telah berhasil diidentifikasi menggunakan teknologi face recognition. Peristiwa ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan identifikasi wajah menggunakan face recognition, selanjutnya dilakukan pencarian terduga pelaku dan identitas dua orang pelaku telah dikantongi, serta telah dilaporkan secara resmi ke Polres Karawang oleh SCF, Perum Perhutani, dan TNI AD, serta Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk dapat diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Ammy.

Advertisement