Berita

Densus 88 Sita Bom Molotov dan Senjata Tajam dari Siswa SMP di Kalbar

Advertisement

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil mengamankan sejumlah barang berbahaya dari seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Penemuan ini meliputi bom molotov rakitan hingga senjata tajam lainnya.

Rincian Barang Bukti yang Ditemukan

Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra, merinci temuan tersebut kepada wartawan pada Rabu (4/2/2026). Barang bukti yang disita antara lain:

  • Lima buah tabung gas portabel yang dimodifikasi dengan petasan di bagian sampingnya, serta paku.
  • Enam botol berisi bahan bakar minyak yang dilengkapi sumbu kain, menyerupai bom molotov.
  • Satu bilah pisau.

Mayndra menambahkan bahwa empat petasan yang terpasang pada modifikasi tabung gas sempat meledak saat kejadian di lingkungan sekolah. Ledakan tersebut menyebabkan satu korban luka, yang juga merupakan seorang siswa.

“Iya siswa juga (korban luka),” ujar Mayndra.

Dugaan Paparan Ideologi Kekerasan

Lebih lanjut, Mayndra mengungkapkan dugaan bahwa pelaku anak tersebut terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui sebuah grup bernama True Crime Community (TCC).

“Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,” jelasnya.

Kronologi Kejadian Pelemparan Molotov

Peristiwa dugaan pelemparan bom molotov ini terjadi pada Selasa (3/2) di SMP Negeri 3 Sungai Raya. Pelaku yang merupakan siswa kelas IX diamankan oleh kepolisian setelah melakukan pelemparan saat jam istirahat makan siang, yang saat itu para siswa sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Selasa (3/2).

“Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hariyanto.

Hariyanto menjelaskan bahwa pelaku datang ke sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang telah disulut api ke arah area sekolah.

“Kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Terduga pelaku datang ke lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah,” tambahnya.

Percikan api dan kepulan asap sempat terlihat di lokasi kejadian. Beruntung, pihak sekolah dan warga sekitar segera bertindak cepat sehingga api tidak menyebar ke bangunan utama sekolah. Terduga pelaku kemudian berhasil diamankan.

Pembelajaran Jarak Jauh Diberlakukan

Akibat insiden ini, SMP Negeri 3 Sungai Raya memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi rasa khawatir yang masih dirasakan oleh siswa dan guru pasca kejadian.

Advertisement