Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memperpanjang status darurat penanggulangan sampah selama dua pekan ke depan. Status darurat yang semula berakhir pada Senin (5/1/2026) ini kini diperpanjang hingga 19 Januari 2026.
Fokus Optimalisasi Pembersihan dan Penegakan Perilaku
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Essa Nugraha, menjelaskan bahwa masa perpanjangan status darurat akan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah, serta penegakan perilaku buang sampah yang benar. “Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah,” kata Essa, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).
Selama masa darurat ini, tim satuan tugas (satgas) akan memprioritaskan pengangkutan sampah yang menumpuk di berbagai wilayah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb Asep Nurdin, menambahkan bahwa perpanjangan ini didasarkan pada hasil evaluasi tahap pertama yang masih menemukan tumpukan sampah.
“Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya,” ujar Asep, berharap penanganan masalah sampah berjalan optimal.
Pengiriman Sampah Dialihkan ke Cileungsi Akibat Protes Warga
Menyusul protes warga terkait pengiriman sampah Tangsel ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, Pemkot Tangsel mengalihkan pengiriman sampah ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. “Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Benyamin di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).
Akibat protes tersebut, pengiriman sampah Tangsel ke Serang dihentikan sementara. Benyamin menegaskan komitmen Pemkot Tangsel dalam menangani masalah sampah. “Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” katanya.
Momentum Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah Menuju Kemandirian
Pemkot Tangsel berupaya mengevaluasi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat. “Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah,” kata Benyamin.
Sebelumnya, tumpukan sampah di Pasar Cimanggis, Tangsel, dilaporkan mengganggu aktivitas warga.






