Berita7 — Danantara Indonesia memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pertama di Bali, yang berlokasi di Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Proyek ini ditargetkan menyerap sekitar 1.200 pekerjaan hijau selama masa konstruksi hingga operasional.
Groundbreaking dilakukan oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). Investasi proyek diperkirakan mencapai Rp 3 triliun dan mengedepankan teknologi modern serta sistem terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah di berbagai daerah. “Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, persoalan sampah harus segera ditangani agar tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” kata Rosan pada Rabu (8/7/2026).
Rosan menambahkan, selain membuka peluang kerja bagi masyarakat, fasilitas PSEL di Bali diharapkan memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Menurutnya, desain fasilitas mampu menurunkan emisi hingga 80% per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Penyerapan Listrik dan Jadwal Operasional
Sebagai bagian dari langkah komersial, Danantara menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Kesepakatan ini memberi kepastian penyerapan listrik hasil PSEL ke jaringan PLN dan mendukung kelangsungan operasional jangka panjang.
Pembangunan PSEL Bali merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Proyek ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada semester I-2028.
Rosan menegaskan kembali manfaat fasilitas tersebut bagi lingkungan dan kesehatan. “PSEL hadir sebagai solusi yang memanfaatkan teknologi yang telah terbukti untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Informasi dalam proyek ini juga menyorot urgensi pengelolaan sampah nasional. Indonesia diperkirakan menghasilkan lebih dari 140.000 ton sampah setiap hari, sehingga pembangunan fasilitas pengolahan modern dinilai mendesak, khususnya di daerah wisata seperti Bali yang bergantung pada kualitas lingkungan.
Ikuti Berita7
