Pangkep, Sulawesi Selatan – Upaya pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menghadapi kendala signifikan akibat cuaca buruk dan medan yang terjal. Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk menemukan para korban dalam insiden yang terjadi pada penerbangan rute Yogyakarta-Makassar.
Kendala Cuaca dan Medan
Kondisi cuaca berkabut dan angin kencang menjadi tantangan utama bagi tim SAR di lapangan. Dandim 1421 Pangkep, Letkol Czi Bhakti Yuhandika, menyatakan bahwa tim gabungan mengalami hambatan dalam melakukan pencarian. “Tim gabungan sudah menurunkan 4 tim. Namun terkendala kabut dan cuaca angin. Sementara pencarian ada hambatan sedikit,” ujar Bhakti, Minggu (18/1/2026).
Pembagian Tim dan Jalur Pencarian
Untuk memaksimalkan upaya pencarian, tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dibagi menjadi empat tim. Masing-masing tim ditugaskan menyusuri jalur yang dinilai paling memungkinkan menjadi lokasi jatuhnya pesawat. “Tim gabungan dibagi 4. Tim 1 di Bulusaraung, sudah prosesnya vertikal ke bawah, tim 3 dan 4 mencoba turun vertikal melalui jalan poros,” jelas Bhakti.
Opsi Jalur Evakuasi
Pihak berwenang telah menyiapkan beberapa opsi jalur evakuasi apabila para korban berhasil ditemukan. Jalur darat diprediksi menjadi rute utama evakuasi. “Kita sementara ada 2 opsi, apabila nanti lebih dekat dengan Bulusaraung, maka otomatis evakuasi korban ke arah sini. Karena jalan satunya ke Bulusaraung adalah dari sini. Apabila posisi korban di sekitaran jalan, maka evakuasi ke arah bawah ke arah (ibu kota) kecamatan Balocci,” terangnya.






