— JAKARTA – Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengapresiasi upaya transformasi layanan yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kunjungan ke Travoy Rest KM 88A dan KM 88B di Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, pada Selasa (21/7) menjadi momentum untuk melihat langsung peningkatan kualitas layanan BUMN.

Dony menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peningkatan layanan BUMN kepada masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam memantau seluruh ruas jalan tol dan mempercepat respons terhadap setiap kejadian. Ia juga menegaskan bahwa informasi perjalanan yang akurat sangat krusial agar masyarakat dapat memperkirakan kondisi lalu lintas dan waktu tempuh.

“Peningkatan kualitas rest area penting sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari layanan jalan tol karena pengguna jalan berhak memperoleh layanan yang baik dan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman,” ujar Dony dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Transformasi Jasa Marga dinilai sejalan dengan dorongan Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai yang berlandaskan keunggulan layanan. Dony mengapresiasi Jasa Marga yang tidak hanya berfokus pada operasional jalan tol, tetapi juga memberikan kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Direksi dan juga karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun kita melihat transformasi yang luar biasa dari Jasa Marga berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, Pemerintah ingin meningkatkan kualitas layanan kepada publik, sehingga masyarakat dapat menikmati dan merasakan layanan jalan tol meningkat dengan cukup signifikan. Tetap semangat dalam menjalankan tugas untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia,” ucap Dony.

Tingkatkan Kualitas Rest Area Lewat Pengembangan Travoy Rest

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memaparkan berbagai langkah transformasi yang telah diimplementasikan, termasuk revitalisasi rest area dan penguatan fungsi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali operasional berbasis teknologi.

Pengembangan Travoy Rest merupakan strategi Jasa Marga untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jalan melalui konsep destination hub area. Konsep ini mengubah rest area dari sekadar tempat istirahat menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman perjalanan berkesan.

Transformasi di Travoy Rest KM 88A dan B mencakup perbaikan dan penambahan jumlah toilet, penyediaan fasilitas berkualitas, ruang terbuka hijau, penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Jasa Marga berharap upaya ini memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama. Travoy Rest ini ini kami siapkan menjadi showcase untuk pengembangan rest area ke depannya yang fokus pada peningkatan pelayanan pengguna jalan melalui perluasan kawasan, rejuvenasi toilet agar lebih nyaman sekaligus relokasi toilet untuk mempermudah akses, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi alur kendaraan dan kapasitas parkir. Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal,” ujar Rivan.

Sementara itu, Travoy Rest KM 88B berfokus pada peningkatan peran dan kualitas UMKM lokal dengan menyajikan berbagai produk kuliner khas Nusantara.

Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, hingga pemanfaatan kembali menjadi pupuk organik. Konsep showcase waste management ini mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tinjau Inovasi Digital di Jasamarga Tollroad Command Center

Kunjungan dilanjutkan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, untuk meninjau implementasi transformasi digital Jasa Marga.

JMTC dioptimalkan sebagai “The Eye of Toll Road”, pusat kendali operasional terintegrasi yang memantau seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga selama 24 jam secara real-time. Pemantauan ini mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan responsif terhadap dinamika lalu lintas.

Dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan (AI), serta analisis big data, JMTC mampu memantau pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Sistem ini juga mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, rekayasa lalu lintas, dan penyampaian informasi akurat kepada pengguna jalan.

Sebagai pemimpin pasar pengelolaan jalan tol di Indonesia, Jasa Marga terus memperkuat transformasi layanan melalui inovasi, digitalisasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Tujuannya adalah menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui upaya tersebut, Jasa Marga memastikan setiap perjalanan pengguna jalan menjadi aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan, sekaligus mendukung terwujudnya infrastruktur nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Jajaran Direksi Jasa Marga yang turut mendampingi antara lain Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, serta Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto, beserta jajaran Group Head dan Direksi Anak Perusahaan Jasa Marga Group.