Berita

Content Creator Dianiaya di Garut Usai Ungkap Pungli dan Premanisme Pantai Santolo

Advertisement

GARUT – Seorang content creator asal Garut, Ferisa, menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah pria yang diduga merupakan preman. Insiden ini diduga kuat terkait dengan aksi pungutan liar (pungli) di kawasan Pantai Santolo yang sebelumnya telah diviralkan oleh Ferisa melalui akun media sosialnya.

Kronologi Penganiayaan

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Selasa (27/1/2026) pagi di kawasan Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Garut. Ferisa didatangi oleh sekelompok pria, dan salah satu di antaranya melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis golok. Dokumentasi yang beredar menunjukkan Ferisa mengalami luka sabetan benda tajam di tangan serta luka tusukan di bagian perut. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan kini dalam proses pemulihan. Nyawanya berhasil diselamatkan.

Motif Pungli dan Premanisme

Ferisa menyatakan bahwa penganiayaan yang dialaminya berkaitan langsung dengan unggahannya mengenai praktik premanisme dan pungli di Pantai Santolo. Ia mengungkapkan kekesalannya atas situasi tersebut.

“Saya memposting karena premanisme dan pungli di Pantai Santolo ini sangat meresahkan,” ujar Ferisa pada Rabu (28/1/2026).

Advertisement

Laporan Polisi dan Penyelidikan

Atas kejadian ini, Ferisa telah melaporkan insiden tersebut ke Polsek Cikelet. Pihak kepolisian dari Polres Garut saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap para terduga pelaku.

“(Terduga pelaku) masih dalam pencarian,” kata Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.

Advertisement