Berita7 — Seorang atlet golf bernama Jesslyn Wijaya (34) dilaporkan hilang secara misterius saat perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Namun, calon suaminya, Evan (37), mengungkapkan keraguan terhadap narasi penculikan yang beredar dan menyoroti sejumlah kejanggalan.
Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menjelaskan bahwa Jesslyn dan Evan dijadwalkan menikah dalam waktu dekat. Menurut Darti, Jesslyn telah mandiri dan tidak lagi tinggal bersama orang tuanya selama hampir 10 bulan, menempati apartemen di kawasan Pluit.
Menurut Darti, Evan sempat menemani Jesslyn membeli kue ulang tahun sebelum menuju restoran tempat perayaan. Awalnya, Jesslyn tidak merespons undangan ulang tahun tersebut, namun kemudian memutuskan hadir setelah dihubungi oleh seorang teman dekat yang meneruskan undangan dari tantenya. Evan mengantar Jesslyn ke lokasi dan menunggu di area sekitar.
Evan masih berkomunikasi dengan Jesslyn melalui pesan singkat sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, komunikasi terputus dan Jesslyn tidak dapat dihubungi lagi mulai pukul 21.30 WIB. Merasa khawatir, Evan mendatangi restoran tersebut.
Di restoran, Evan menemukan kue yang dibeli Jesslyn masih ada. Ia kemudian menginterogasi saksi mata, termasuk kerabat, petugas parkir, dan staf restoran. Saksi-saksi tersebut melaporkan bahwa Jesslyn terlihat diikat matanya, dibekap, dan dibawa paksa masuk ke dalam mobil oleh orang tak dikenal. Disebutkan pula bahwa Jesslyn sempat mencoba memberontak dan meminta tolong sebelum didorong kembali ke dalam mobil.
Upaya Evan untuk menghubungi Jesslyn melalui telepon, email, dan media sosial tidak membuahkan hasil. Ia juga meminta bantuan teman untuk melacak lokasi ponsel Jesslyn, yang menurutnya masih terdeteksi berada di rumah orang tua Jesslyn di Ancol.
Evan kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan turut serta dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di restoran. Namun, pencarian rekaman CCTV menemui kendala karena perangkat tersebut dilaporkan rusak. Darti menambahkan bahwa salah satu pegawai restoran menyatakan CCTV tidak berfungsi sejak tiga bulan terakhir. Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi pihak Evan, yang menduga adanya kemungkinan kerja sama antara pihak restoran dengan pelaku.
Selanjutnya, Evan bersama polisi mendatangi rumah orang tua Jesslyn dan bertemu dengan adik kandung Jesslyn, yang berinisial R. Darti menyebutkan bahwa pihak keluarga tampak keberatan dengan kehadiran polisi dan terkesan menantang.
Evan juga mendatangi apartemen Jesslyn dan menemukan barang-barang pribadinya. Pihak Evan mendapat informasi bahwa Jesslyn dibawa menggunakan mobil sewaan, yang semakin menguatkan dugaan adanya perencanaan di balik kejadian ini.
Darti menyatakan bahwa hubungan antara Evan dan keluarga Jesslyn tidak harmonis. Ia menduga bahwa ‘penculikan’ ini merupakan upaya untuk memisahkan Jesslyn dari Evan, dan momen ulang tahun neneknya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menarik Jesslyn.
Ikuti Berita7
