Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas Djiwandono atau Tommy, menegaskan bahwa sinergi antara BI dan pemerintah tidak akan mengurangi independensi masing-masing lembaga. Ia menyatakan bahwa kerja sama kebijakan fiskal dan moneter merupakan fondasi penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
Dorong Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan
Pernyataan ini disampaikan Tommy dalam agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026). Tommy memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju pada 2045, asalkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat diperhatikan.
“Caranya adalah dengan mesin pertumbuhan bergerak semua bersama, dalam hal ini fiskal, moneter, sektor keuangan, dan iklim investasi bergerak secara bersama-sama dan akhirnya membantu semua sektor lain, yaitu sektor yang bernilai tambah, yang mempunyai multiplier yang tinggi, pun juga sektor yang resilien dan padat karya untuk tumbuh selaras dan dengan itu pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif bisa tercapai,” ujar Tommy.
Tiga Pilar Utama Menuju Negara Maju
Tommy mengidentifikasi tiga pilar utama yang krusial untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Pilar-pilar tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan stabilitas nasional.
“Ada tiga hal yang saya anggap penting untuk mewujudkan negara maju yaitu pertumbuhan ekonomi tentunya, tapi juga harus ditopang oleh pemerataan oleh pembangunan tersebut dan stabilitas nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tommy menjelaskan bahwa dari sisi kebijakan, penciptaan likuiditas sangat dibutuhkan untuk mendorong aktivitas ekonomi. Peran lembaga keuangan dalam mendukung ekspansi dunia usaha dan UMKM juga dinilai penting.
“Pemerataan di sini adalah kunci dari peran utama atau optimalisasi APBN. Dan mungkin bisa turun sedikit,” tuturnya.
Sinergi BI dan Pemerintah untuk Stabilitas Nasional
Mengenai stabilitas nasional, Tommy menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan dan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Stabilitas nasional di sini yang saya maksud adalah sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah, yaitu pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan dan melalui penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah,” paparnya.
Tommy menegaskan kembali bahwa sinergisitas tersebut tidak mengurangi independensi masing-masing lembaga. Ia menganggap hal ini sangat krusial dan penting untuk dilanjutkan, mengingat fondasi yang sudah ada melalui undang-undang yang berlaku.
“Sekali lagi saya tekankan bahwa sinergisitas tersebut tidak mengurangi independensi masing-masing lembaga. Ini kritikal, ini sesuatu yang menurut saya penting dilanjutkan dan sudah istilahnya fondasinya sudah ada dengan undang-undang dan perundang-undangan yang sudah berlaku,” pungkasnya.






