— JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan pasokan air di Ibu Kota masih terkendali meskipun telah memasuki musim kemarau. Menurutnya, ketersediaan air di Jakarta masih terjaga berkat keberadaan reservoar atau waduk penampungan.

Pernyataan Rano ini disampaikan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah penyangga ibu kota, termasuk Kabupaten Tangerang. Ia membandingkan kondisi Jakarta dengan Kabupaten Tangerang yang dinilai lebih cepat terdampak kekeringan.

“Untungnya kita ini punya reservoar yang cukup baik. Memang sumber air baku kita kan semua dari sungai. Alhamdulillah kita punya reservoar-reservoar. Jadi mudah-mudahan masih bisa dikontrol untuk air,” kata Rano di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).

Rano menjelaskan bahwa tingginya penggunaan air tanah oleh sektor industri menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan wilayah seperti Kabupaten Tangerang lebih cepat mengalami krisis air. “Kalau kita compare kepada Kabupaten Tangerang sudah kekeringan karena di sana banyak industri. Industri lebih banyak memakai air tanah. Ini yang juga membuat kekeringan cepat. Makanya ini yang kita kontrol,” ujarnya.

Meskipun demikian, Rano menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada penjagaan pasokan air untuk kebutuhan ibu kota. Ia mengaku telah menginstruksikan PAM Jaya untuk bersiap membantu daerah sekitar apabila cadangan air Jakarta dinilai mencukupi. “Kemarin saya sudah siapkan kalau memang PAM Jaya harus membantu wilayah sekitar, kalau memang kita punya cadangan, kita bantu. Karena di beberapa tempat di Kabupaten Tangerang sudah terjadi kekeringan,” terangnya.

Lebih lanjut, Rano juga menyinggung potensi keterlibatan Gerakan Pramuka dalam menghadapi bencana yang mungkin timbul akibat musim kemarau. Ia menyatakan bahwa apabila kondisi kekeringan semakin meluas, anggota Pramuka akan dilibatkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. “Kalaupun memang tidak (terkendali), nanti tugas Pramuka akan menjadi bertambah,” sebutnya.

Ia berharap kondisi cadangan air di Jakarta dapat terus terjaga sehingga kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat dapat terpenuhi selama musim kemarau. Pemprov DKI, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap pasokan air dan berkoordinasi erat dengan PAM Jaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang mungkin terjadi.