— JAKARTA – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini terjadi hanya beberapa jam setelah beliau bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menonton final Piala Dunia 2026 hingga larut malam.

OTT tersebut berawal ketika KPK menyegel dua ruang kerja pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ruangan yang disegel adalah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo. Penyegelan ruang kerja Bupati dilakukan sekitar pukul 07.30 Wita.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu, menyatakan baru mengetahui penyegelan ruang kerja tersebut setelah tiba di kantor. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya, dirinya bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat lainnya masih mengikuti acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan di Lombok Barat dan mengonfirmasi bahwa Lalu Ahmad Zaini termasuk salah satu pihak yang diamankan.

19 Orang Diamankan dalam OTT Lombok Barat

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa KPK telah melakukan kegiatan penyelidikan tertutup yang berujung pada operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim KPK berhasil mengamankan total 19 orang, termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Dari 19 orang yang diamankan, tujuh di antaranya akan dibawa ke gedung KPK di Jakarta pada Senin (20/7/2026) malam untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Budi Prasetyo menambahkan bahwa pihak-pihak yang diamankan berasal dari kalangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat maupun pihak swasta. Bupati Ahmad Zaini sendiri ditangkap di rumah dinasnya pada pagi hari.

“Untuk pihak-pihak yang diamankan mulai dari pagi ini termasuk Bupati diamankan pagi ini di rumah dinas. Kemudian pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Dari pihak yang diamankan ini kemudian tim melakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat,” jelas Budi.

Dugaan Suap Terkait Proyek Lokal

Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lalu Ahmad Zaini ini diduga berkaitan dengan penerimaan suap. Suap tersebut diduga diterima oleh Bupati terkait dengan proyek-proyek yang sedang berjalan di lingkungan Kabupaten Lombok Barat.

Penyitaan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut meliputi uang tunai dalam pecahan rupiah serta beberapa dokumen yang diduga terkait dengan kasus yang sedang ditangani.

Meskipun nominal pasti uang yang disita belum dirinci, Budi Prasetyo menyatakan bahwa jumlah uang tunai yang diamankan mencapai ratusan juta rupiah. “Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Lalu Ahmad Zaini bersama enam orang lainnya yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK malam ini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. KPK akan menentukan status hukum para pihak yang ditangkap setelah proses pemeriksaan awal selesai.