Berita

BRI Bina 42.682 Klaster UMKM, Tingkatkan Produksi Lewat Pelatihan dan Sarpras

Advertisement

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus berupaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui program unggulannya, Klasterku Hidupku. Program ini secara khusus menyasar sektor produksi yang menjadi penopang ekonomi daerah.

Pendekatan Pemberdayaan UMKM

Melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya membuka akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang kondusif. Tujuannya adalah untuk mendorong kolaborasi antar pelaku usaha, meningkatkan skala produksi, dan memperkuat daya saing di pasar lokal.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan klaster usaha yang sukses menjadi contoh bagi UMKM di daerah lain. “Dengan pendekatan ini BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya. Semoga cerita inspiratif dari Klaster Usaha Panaba di banyuwangi menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah,” ujar Purwakajaya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Dukungan Pelatihan dan Sarana Produksi

Hingga akhir tahun 2025, BRI telah berhasil membina 42.682 Klaster Usaha. Pembinaan ini mencakup 3.001 kegiatan pemberdayaan, termasuk pelatihan usaha dan penyediaan sarana prasarana (sarpras) produksi. Fokus pembinaan diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Kisah Sukses Klaster Panaba Banyuwangi

Salah satu klaster yang merasakan manfaat program Klasterku Hidupku adalah Kelompok Petani Buah Naga (Panaba) di Banyuwangi. Pemimpin Kelompok Panaba, Edy, mengungkapkan bahwa pendampingan BRI telah meningkatkan keberanian petani dalam mengembangkan usaha.

Advertisement

“Dengan pendampingan dari BRI, petani jadi lebih berani mengembangkan usaha. Apalagi kalau mau pakai teknologi, itu kan butuh modal besar. Kalau sendiri, berat,” kata Edy.

Pendampingan yang diberikan BRI kepada Klaster Panaba berfokus pada kebutuhan mendasar budidaya buah naga, yaitu pemanfaatan lampu untuk mengatur siklus produksi. Inovasi penggunaan lampu ini, yang telah dikembangkan sejak 2013, menjadi kunci peningkatan konsistensi produksi dan kualitas panen buah naga di Banyuwangi.

Edy menambahkan bahwa BRI juga mempermudah akses pinjaman modal bagi petani yang memiliki tanaman buah naga, tanpa memerlukan agunan yang memberatkan. “Bentuk pemberdayaan dari BRI itu mendukung kegiatan-kegiatan klaster. Ada juga bantuan berupa pelatihan, seperti mendatangkan pakar supaya petani bisa belajar langsung. Selain itu, BRI juga mempermudah akses pinjaman modal. Kalau petani sudah punya tanaman buah naga, proses pinjamannya tidak ribet dan tidak perlu agunan yang sulit,” jelasnya.

Rangkaian dukungan dari BRI terbukti meningkatkan kepercayaan diri petani. “Dengan adanya pendampingan dari BRI ini, petani jadi lebih yakin dan lebih berani untuk mengembangkan usaha buah naganya. Petani tidak jalan sendiri,” tutup Edy.

Advertisement