Berita7 — Analis politik dan hukum senior Boni Hargens menilai evaluasi terhadap transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus dilakukan secara komprehensif dan tidak semata-mata bergantung pada satu indeks persepsi.
Menurut Boni, transformasi Polri merupakan proses jangka panjang yang meliputi perubahan budaya organisasi, pembenahan sistem rekrutmen, transparansi anggaran, serta penguatan mekanisme pengaduan masyarakat.
Keterbatasan Survei Persepsi
Boni mengatakan kepemimpinan yang berorientasi reformasi menjadi faktor kunci dalam mendorong perubahan yang nyata dan terukur. “Kepemimpinan yang berorientasi reformasi menjadi faktor kunci dalam mendorong perubahan yang nyata dan terukur,” ujarnya.
Ia menanggapi hasil Police Corruption Perceptions Index yang dipublikasikan IndexMundi Global Surveys awal Juli, yang menyebut tingkat persepsi ketidakpercayaan publik terhadap Polri pada skor 7,56.
Menurut Boni, indeks tersebut mengukur persepsi masyarakat terhadap korupsi pada lembaga penegak hukum dan institusi publik, bukan data kejahatan atau pelanggaran yang telah terverifikasi secara hukum. “Hal itu diakui oleh IndexMundi sendiri,” kata Boni.
Ia menambahkan survei persepsi sangat dipengaruhi konteks sosial, intensitas pemberitaan media, serta tingkat kepercayaan historis masyarakat terhadap institusi kepolisian di masing-masing negara.
Butuh Indikator Lebih Objektif
Boni mengingatkan penelitian berbasis persepsi memiliki keterbatasan dari sisi akurasi dan metodologi apabila tidak disertai penjelasan mengenai teknik pengambilan sampel, jumlah responden, distribusi geografis, maupun mekanisme verifikasi data.
“Ketidakjelasan ini membuka ruang lebar bagi bias interpretasi, baik dari pihak yang ingin menggunakan data tersebut untuk menyerang institusi tertentu maupun dari pihak yang ingin menafikannya secara defensif,” katanya.
Karena itu, Boni berpendapat hasil survei persepsi tidak semestinya dijadikan satu-satunya rujukan dalam mengevaluasi kinerja Polri. Penilaian terhadap transformasi institusi, menurutnya, perlu mempertimbangkan berbagai indikator yang lebih objektif serta capaian reformasi yang telah berlangsung.
Ia juga menyebut sejumlah lembaga, baik nasional maupun internasional, telah memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah transformasi yang dilakukan Polri.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.