Berita

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem 400 Mm Per Hari, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Advertisement

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan ekstrem dengan intensitas tinggi yang bisa mencapai 300 hingga 400 milimeter (mm) per hari. BMKG menilai fenomena ini sejalan dengan tren perubahan iklim global yang turut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Klasifikasi Curah Hujan dan Ancaman Bencana

Plt Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi ‘Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana’ di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/2/2026). Ia menjelaskan klasifikasi curah hujan yang dimiliki BMKG. Hujan ringan berkisar 0-5 mm per hari, hujan sedang 20-50 mm, hujan lebat 50-100 mm, dan hujan sangat lebat 100-150 mm per hari.

“Ekstrem, nah ini ya ekstrem (hujan) di atas 150 milimeter. Contoh mungkin ingat kejadian banjir Jakarta tahun 2020, itu 377 milimeter per hari,” ujar Andri merujuk pada salah satu peristiwa hujan ekstrem yang pernah terjadi.

Andri menambahkan, dalam enam tahun terakhir, BMKG mencatat sejumlah peristiwa hujan ekstrem yang berdampak signifikan, mulai dari banjir hingga longsor di berbagai wilayah Indonesia. Ia mencontohkan banjir besar di Jakarta pada 2020 dengan curah hujan 377 mm per hari, dan pada 2021 curah hujan mencapai 226 mm. Saat Siklon Tropis Seroja, beberapa wilayah mengalami hujan hingga 300 mm per hari.

“Lalu yang tahun lalu Maret ya, yang banjir Bekasi besar itu, itu ternyata 232 milimeter per hari. Lalu yang September di Bali 385. Nah yang terakhir yang di Sumatera, yang Siklon Tropis Senyar di Sumatera Barat 261, Aceh 411, Sumatera Utara 390 milimeter per hari. Bayangkan batas ekstrem itu 150 milimeter per hari,” ungkapnya, menekankan betapa tingginya intensitas hujan tersebut dibandingkan batas ekstrem.

Advertisement

Mitigasi dan Adaptasi Daerah

BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan sangat ekstrem di atas 150 mm per hari akan semakin sering terjadi di masa mendatang. “Kita ke depan akan berpotensi juga mengalami hujan-hujan yang sangat-sangat ekstrem di atas 150 milimeter per hari. Mungkin akan sering ada hujan ke depan di atas 200 milimeter per hari, 300 bahkan 400,” prediksi Andri.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya setiap daerah menjadikan peringatan ini sebagai referensi untuk mengevaluasi kapasitas daya tampung hujan dan mensimulasikan dampaknya. “Misalkan DKI dengan hujan 150 milimeter, 200 milimeter apa dampaknya? Risikonya banjirnya akan seperti apa? Ini kan bisa kita trace ke belakang dengan data historikal ya, lalu juga dikaitkan dengan tata guna lahan sekarang dengan pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Andri menambahkan, pemetaan risiko bencana dapat dilakukan untuk merancang langkah-langkah mitigasi dan infrastruktur yang memadai. “Sehingga langkah-langkah mitigasi, langkah-langkah yang dilakukan infrastruktur dan sebagainya harus dapat tadi mensimulasikan dengan intensitas curah hujan pada threshold tertentu. Simpelnya adalah di atas 150 milimeter atau 200 milimeter per hari,” pungkasnya.

Advertisement