Berita

BGN Klarifikasi Pemberian Makan Bergizi Gratis: Disabilitas dari Kemensos, Anak Sekolah dari BGN

Advertisement

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi mengenai usulan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga ditujukan bagi anak jalanan dan penyandang disabilitas. BGN menegaskan bahwa program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas telah disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

MBG untuk Disabilitas dan Lansia dari Kemensos

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa tanggung jawab penyediaan makan bergizi gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas berada di bawah naungan Kemensos. “Jadi untuk lansia dan disabilitas itu yang memberikan makan bergizi gratis Kemensos,” ujar Nanik kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

BGN Fokus pada Anak Usia Sekolah

Sementara itu, BGN akan fokus pada pemberian MBG untuk anak-anak yang hidup di jalanan namun masih dalam rentang usia sekolah. Nanik menekankan bahwa semua anak di Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan gizi yang layak. “Anak jalanan tapi masih dalam usia sekolah yang belum tertampung atau di wilayah tersebut belum ada sekolah rakyat, itu yang memberi makan BGN. Jadi bahasanya bukan anak jalanan tapi anak usia sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggantian istilah ini penting untuk menegaskan bahwa meskipun anak-anak tersebut hidup di jalanan, mereka tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh gizi selama masih dalam usia anak-anak. “Itu untuk mengganti istilah anak jalanan, karena meski mereka hidup di jalan tapi mereka selama masih usia anak-anak tetap punya hak untuk memperoleh gizi,” ucapnya.

Advertisement

Mensesneg Kaji Usulan MBG untuk Disabilitas dan Anak Jalanan

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi diketahui menampung usulan agar program MBG juga diperluas untuk penyandang disabilitas dan anak jalanan. Prasetyo menyatakan akan mengkaji lebih lanjut usulan tersebut.

“Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Pernyataan ini disampaikan Prasetyo sebagai respons terhadap pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan anak jalanan dan disabilitas mendapatkan MBG.

Prasetyo memastikan bahwa pemerintah senantiasa terbuka terhadap segala masukan dan usulan terkait program-program pemerintah. “Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya. Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka,” ujarnya.

Advertisement