— Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan berkoordinasi dengan regulator dan menjalin dialog langsung dengan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) menyusul keputusan penyedia indeks global tersebut menempatkan pasar modal Indonesia dalam watchlist untuk evaluasi klasifikasi pasar 2027.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan mendalami berbagai perhatian yang menjadi dasar evaluasi S&P DJI dan menjawab isu-isu yang disorot.

“BEI akan menjalin komunikasi dan diskusi yang konstruktif dengan S&P Dow Jones Indices untuk mendalami concern yang disampaikan dan memahami berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi tersebut,” ujar Jeffrey kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Jeffrey menambahkan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemangku kepentingan lainnya akan melanjutkan langkah perbaikan. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal agar perdagangan berjalan wajar, teratur, dan efisien.

Dampak Pengumuman Terhadap Pasar

S&P DJI memasukkan Indonesia dan Turki ke dalam daftar pantau untuk kemungkinan penurunan status dari emerging market menjadi frontier market. Dalam pernyataannya, penyedia indeks tersebut menyebutkan salah satu hal yang diamati adalah aspek transparansi pasar.

Keputusan S&P DJI itu menyusul langkah indeks global MSCI yang lebih dahulu menempatkan Indonesia dalam proses peninjauan sejak Januari 2026.

Masuknya Indonesia ke dalam watchlist dari dua penyedia indeks global mendapat perhatian pelaku pasar karena potensi pengaruhnya terhadap arus dana investasi pasif yang mengacu pada indeks global.

Kinerja Pasar Saham

Sentimen tersebut turut membebani kinerja pasar saham domestik. Sepanjang tahun berjalan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi lebih dari 30 persen, dan sekitar 35 persen jika dihitung dalam denominasi dolar Amerika Serikat.

BEI menegaskan akan terus memperkuat infrastruktur serta tata kelola pasar modal melalui koordinasi dengan regulator dan pelaku industri, agar perhatian dari penyedia indeks global dapat ditanggapi secara komprehensif dan daya saing pasar modal Indonesia tetap terjaga di mata investor global.