Berita

Bau Sampah Menggunung di Kramat Jati, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi dan Omzet Anjlok 40%

Advertisement

Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli akibat bau busuk menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung. Situasi ini berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang yang diklaim mencapai 40 persen.

Bau Busuk Ganggu Aktivitas Pasar

Hanif, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa aroma tidak sedap dari tumpukan sampah tersebut membuat calon pembeli enggan berlama-lama di pasar. Banyak dari mereka memilih untuk memarkir kendaraan di area yang lebih jauh demi menghindari bau tersebut.

“Mengganggu. Dari aroma dari tumpukan sampah. Jadi yang belanja sepi, kan (pembeli) enggak mau parkir di sini. Jadi milih parkir di depan. Kan aromanya kan berasa. Pengurangan (pendapatan) bisa 40 persenan lah,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, masalah tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini bukanlah hal baru. Ia menjelaskan bahwa penumpukan ini sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir tanpa ada pengangkutan rutin.

“Dari sebelum, ada lah empat bulan, lima bulanan. Numpuk ini enggak diambil lagi. Sudah berapa hari ini, berapa bulan ini masih numpuk,” tuturnya.

Idealnya, pengangkutan sampah dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. Namun, kondisi terkini menunjukkan minimnya armada yang bertugas mengangkut sampah dari pasar.

Advertisement

Gangguan Kesehatan dan Harapan Pedagang

Selain berdampak pada ekonomi, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan para pedagang. Beberapa pedagang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.

“Kita aja di sini juga dari kesehatan pasti ganggu. Iya lah (jadi sakit), batuk-batuk susah napas gitu. Kerasa tiap hari di sini, tiap hari, dagangnya kerasa. Kemarin kita pakai masker, begitu dikeruk kan dia aromanya ngangkat lagi gini. Jadi di, apa ya, aroma juga ngaruh,” jelas Hanif.

Menanggapi kondisi ini, Hanif menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan sampah ini. Ia berharap kebersihan pasar dapat segera dipulihkan agar aktivitas jual beli kembali normal dan pembeli ramai berdatangan.

“Ya mudah-mudahan cepat dibersihin lah. Biar cepat pembeli juga kan ke kami lagi gitu,” pungkasnya.

Advertisement