Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah merinci jumlah rumah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya. Ia menyebutkan sebanyak 5.077 unit rumah mengalami rusak berat.
Rincian Kerusakan Rumah
Data ini telah disampaikan melalui Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). “Ini data ini sudah kita sampaikan melalui R3P. Itu rusak berat. Rusak berat itu dari data kita itu adalah ada 5.077 yang rusak berat,” ujar Mahyeldi saat rapat satgas di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Mahyeldi menjelaskan bahwa angka tersebut berbeda dengan data yang dicatat oleh pemerintah pusat, yang sebelumnya menyebutkan sekitar 2.000 rumah rusak. Ia juga menginformasikan bahwa sebanyak 775 unit rumah dilaporkan hanyut terbawa banjir.
“Tadi di sana ada 2.000. Kemarin juga dari Kementerian Perumahan juga 2.000. Maka oleh sebab itu, dari data yang terakhir itu 5.077. Kemudian yang hanyut itu ada 775 (rumah),” jelas Mahyeldi.
Verifikasi Data
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa data rumah terdampak yang disampaikannya sudah melalui proses verifikasi. Proses verifikasi ini melibatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta tim dari Perguruan Tinggi.
“Dan ini sudah hasil verifikasi, Pak, yang kerja sama dari bantuan dari BNPB dan kemudian juga dari Perguruan Tinggi yang memverifikasi. Itulah data yang kita masukkan ke R3P yang sudah kita serahkan kepada Bapak kemarin,” ungkapnya.






